Jakarta – Film horor keluarga Penunggu Rumah: Buto Ijo siap menyapa penonton di bioskop mulai 15 Januari mendatang. Film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan unsur horor, fantasi, dan nilai-nilai keluarga yang diadaptasi dari cerita rakyat Timun Mas.
Dalam acara peluncuran film yang digelar di Jakarta, para pembuat film mengajak masyarakat untuk mendukung karya anak bangsa dengan menonton langsung di bioskop.
Kami berharap semua yang hadir malam ini menepati janji untuk menonton di bioskop tanggal 15 Januari. Film ini dibuat untuk keluarga dan punya pesan di dalamnya,” ujar perwakilan tim produksi dalam sambutannya.Produser film, Gandhi Fernando, menyebut kolaborasi antara studio dan kreator media menjadi salah satu kekuatan utama dalam produksi film ini. Menurutnya, Penunggu Rumah: Buto Ijo membawa warna baru di genre horor Indonesia.
Jarang sekali ada film horor yang membawa cerita keluarga. Di film ini ada banyak pelajaran dan karakter yang relevan untuk generasi sekarang,” kata Gandhi.
Film ini disutradarai oleh Pratito Wibowo, yang mengaku tertarik menggarap cerita Buto Ijo karena kekuatan nilai dan relevansi kisahnya dengan kehidupan masa kini.
Legenda Timun Mas itu ceritanya sederhana, tapi tantangannya adalah bagaimana mengemasnya agar relevan dan bisa diterima penonton modern,” ujar Pratito.
Ia menjelaskan, film ini menghindari horor berlebihan dan menitikberatkan pada atmosfer, cerita, serta visual fantasi yang tetap ramah untuk penonton keluarga.
Ini horor tanpa kekerasan ekstrem. Kami ingin film ini bisa ditonton berbagai usia,” katanya.
Penunggu Rumah: Buto Ijo juga melibatkan musisi untuk mengisi soundtrack film. Lagu tema film disebut memiliki emosi yang kuat dan mendukung keseluruhan cerita.
“Lagunya sangat dalam dan sesuai dengan filmnya. Semoga penonton bisa menikmati musiknya seperti menikmati filmnya,” ujar salah satu pengisi soundtrack.
Film ini dibintangi oleh Celine Evangelista, Meryem Hasanah, Gandhi Fernando, Valerien Thomas, Adnan Djani, Pratito Wibowo, dan Arie Dwi Andika. Para pemain menyebut film ini bukan sekadar horor, tetapi juga sarat pesan tentang konsekuensi pilihan hidup dan pentingnya nilai keluarga.
Setiap pilihan ada konsekuensinya. Itu yang ingin disampaikan film ini,” ujar salah satu pemeran.
Dengan menggabungkan elemen cerita rakyat, horor fantasi, dan pendekatan kekinian, Penunggu Rumah: Buto Ijo diharapkan dapat menjadi tontonan alternatif bagi keluarga Indonesia sekaligus memperkaya khazanah film horor nasional.




































