SURABAYA – Peran lembaga pelatihan nonformal dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri generasi muda kembali terlihat melalui kiprah JS Management, pada Sabtu (17/1/2026), sebuah manajemen bakat yang konsisten mengembangkan potensi anak dan remaja di bidang entertainment dan kreativitas.
Melalui pendekatan pembinaan yang terstruktur dan berorientasi pada karakter, JS Management terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak talenta muda yang berdaya saing.
Berbeda dari sekadar pelatihan teknis, Diketahui JS Management mengedepankan metode pembelajaran holistik yang memadukan penguasaan keterampilan modeling, dance, dan public speaking dengan pembentukan mental, etika, serta disiplin.
Program ini didukung oleh para pembina yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di industri kreatif, sehingga proses pembinaan berjalan profesional sekaligus edukatif.
Lingkungan pelatihan yang aman dan suportif menjadi salah satu kekuatan utama JS Management.
Anak-anak dan remaja tidak hanya diarahkan untuk tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga dibimbing agar memiliki sikap santun, tangguh, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini dinilai penting di tengah tantangan perkembangan generasi muda yang semakin kompleks.
Hasil pembinaan tersebut tercermin dari pencapaian Ghifara Denok Prameswari, yang akrab disapa Ghia.
Remaja asal Surabaya ini berhasil meraih Runner Up 2 Puteri Kebaya Jawa Timur 2025 kategori remaja, sebuah prestasi yang cukup mencuri perhatian mengingat Ghia sebelumnya tidak memiliki pengalaman di dunia modeling maupun ajang pageant.
Siswi SMP Negeri 3 Surabaya kelahiran 1 Desember 2012 ini mulai tertarik pada dunia modeling setelah memutuskan mengikuti ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2025.
Menyadari kebutuhan akan kemampuan catwalk, wawasan budaya, serta public speaking, Ghia kemudian mencari lembaga pelatihan yang mampu membimbingnya secara komprehensif.
Informasi mengenai JS Management yang ia peroleh melalui media online dan media sosial menjadi titik awal perjalanannya.
Dalam masa persiapan yang relatif singkat, Ghia menjalani kelas privat dengan intensitas latihan tinggi. Tantangan pun tidak sedikit, mulai dari adaptasi menggunakan high heels setinggi 15 sentimeter hingga membangun rasa percaya diri saat tampil di depan publik.
Proses ini menjadi fase penting yang menguji konsistensi dan ketahanan mentalnya.
Berkat bimbingan intensif dari Miss Jasmine dan Miss Sally, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya, perkembangan Ghia terlihat signifikan.
Teknik berjalan, gestur, penguasaan panggung, hingga kemampuan berbicara di depan umum mengalami peningkatan pesat.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil saat Ghia tampil meyakinkan di malam grand final dan berhasil menembus jajaran tiga besar terbaik.
Capaian ini menjadi pengalaman berharga bagi Ghia, yang mengaku memperoleh banyak pelajaran, tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang disiplin, keberanian, dan kepercayaan diri.
Ghia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim JS Management yang telah mendampinginya sejak tahap awal persiapan hingga kompetisi berakhir.
Manajemen JS Management menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang dapat berkembang optimal apabila mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.
Melalui proses pembinaan yang terarah, konsisten, dan berlandaskan nilai-nilai positif, JS Management berkomitmen terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Reporter: Matyadi
Editor: Fahmy Nurdin




































