Gunung Padang Jadi Titik Doa Lintas Iman untuk Selamatkan Bumi

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah bhiksu bersama tokoh lintas komunitas dan insan pers mengikuti doa lintas spiritualitas di kawasan Gunung Padang, Rabu (22/4/2026).

Foto: Sejumlah bhiksu bersama tokoh lintas komunitas dan insan pers mengikuti doa lintas spiritualitas di kawasan Gunung Padang, Rabu (22/4/2026).

CIANJUR – Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan gejolak sosial, sebuah ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi.

Kegiatan doa lintas spiritualitas ini diinisiasi Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia sekaligus Bendahara PWI DKI Jaya, Dar Edi Yoga. Doa dipusatkan di Teras 5 Gunung Padang, ruang hening yang sarat makna refleksi dan kesadaran, dengan melibatkan para bhiksu, insan pers, serta tokoh organisasi lintas komunitas.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya, Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, anggota Dewan Pakar PWI Pusat Raldy Doy, Wakil Sekjen WALUBI Romo Asun Gotama, jajaran pengurus PWI Pusat dan PWI DKI Jaya, pengurus Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, penggiat alam bebas, serta anggota Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan komunitas lingkungan hidup Gereja Katedral Jakarta.

Dalam keterangannya, Dar Edi Yoga menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan batin untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap bumi dan kehidupan.

“Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.

Dar Edi Yoga menilai, kerusakan alam yang berujung pada bencana tidak semata persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan cara manusia memperlakukan bumi yang semakin menjauh dari nilai keseimbangan.

“Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri. Doa ini adalah ikhtiar agar Indonesia kembali menjadi negeri yang ramah, terhindar dari bencana dan gejolak,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen WALUBI Romo Asun Gotama menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kesadaran ekologis tidak bisa dilepaskan dari kesadaran batin manusia.

“Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga. Doa ini menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual,” ujarnya.

Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP), Kent Dixon, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama lintas iman dan elemen bangsa.

“Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab universal yang menyatukan kita semua. Dengan semangat gotong royong lintas iman, Artha Graha Peduli, satu hati untuk peduli, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momentum mempererat kerukunan, menjaga harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan Ibu Pertiwi, serta memastikan warisan alam tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Bumi ini, Yoga juga mengajak masyarakat dan para pemimpin bangsa untuk kembali memahami posisi manusia sebagai bagian dari alam, bukan penguasa yang bebas merusaknya.

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai sebagai ruang sunyi peradaban, tempat manusia diajak kembali pada akar kesadaran tentang asal dan tujuan hidup.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran spiritual yang mendalam.

Doa lintas spiritualitas ini menjadi yang pertama kali digelar di Gunung Padang, dengan dukungan dari DPP WALUBI, Artha Graha Peduli, serta partisipasi PT QMB New Energy Materials.

Dalam pernyataannya, CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menegaskan bahwa partisipasi pihaknya merupakan wujud komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Sebagai penyedia material utama baterai kendaraan listrik, perusahaan tersebut berperan dalam mendukung transisi energi hijau global guna meminimalisir dampak ekologis.

“Melalui doa bersama dan aksi nyata ini, kami menegaskan dedikasi untuk tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga merawat bumi sebagai warisan bersama bagi generasi mendatang,” ujarnya.

 

Reporter: Chair

Berita Terkait

Bank Jakarta Peringati HUT ke-65 dengan Donor Darah untuk Masyarakat
Meriah dan Penuh Kekeluargaan, Bona Taon Silitonga 2026 Satukan 1.500 Peserta
Ratusan Paket Makanan Dibagikan Pokja PWI Jakarta Utara kepada Warga dan Pekerja Jalanan
Dubes Iran di Jakarta: Serangan terhadap Sipil Pelanggaran Piagam PBB, Iran Gunakan Hak Bela Diri
RANGER Rayakan Milad ke-6 dengan Donor Darah: Mengabdi dengan Hati, Bergerak untuk Negeri
Aceh Berdaya mulai salurkan bantuan secara bertahap
PYC Kirim Bantuan Darurat ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Wakil Uskup dan Disbintalad Sinkronkan Penugasan Pastor Militer
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:34 WIB

Bank Jakarta Peringati HUT ke-65 dengan Donor Darah untuk Masyarakat

Kamis, 23 April 2026 - 18:19 WIB

Gunung Padang Jadi Titik Doa Lintas Iman untuk Selamatkan Bumi

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Meriah dan Penuh Kekeluargaan, Bona Taon Silitonga 2026 Satukan 1.500 Peserta

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:50 WIB

Ratusan Paket Makanan Dibagikan Pokja PWI Jakarta Utara kepada Warga dan Pekerja Jalanan

Senin, 2 Maret 2026 - 19:12 WIB

Dubes Iran di Jakarta: Serangan terhadap Sipil Pelanggaran Piagam PBB, Iran Gunakan Hak Bela Diri

Berita Terbaru