JAKARTA – Suasana religius menyelimuti Musholla Nurul Ihsan yang berada di Jalan Kebon Sayur 1, RT 011/RW 003, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu pagi (8/8/2026).
Seusai melaksanakan shalat Subuh berjamaah, masyarakat dan jamaah Musholla Nurul Ihsan kembali menjalankan kegiatan keagamaan rutin yang digelar setiap pekan. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan pengajian dengan membaca kitab Simthudurror.
Kegiatan mingguan tersebut menjadi salah satu wadah bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap ajaran Islam serta keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian pengajian diawali oleh Ustadz Tatang Kuswara. Dengan suasana khidmat, ia membuka pembacaan dengan melantunkan kalimat pembuka dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Pembacaan kemudian berlanjut dengan lantunan:
“Bismillahirrahmanirrahim. Ya Robbi sholli ‘ala Muhammad, ma la haafilufqinuuru kaukab. Ya Robbi sholli ‘alaihi wa sallim,”
serta dilanjutkan dengan bagian-bagian berikutnya dalam pembacaan Simthudurror.
Setelah Ustadz Tatang Kuswara membuka rangkaian pembacaan, kegiatan diteruskan oleh Ustadz Yusuf. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan masyarakat, Ustadz Yusuf juga diketahui menjabat sebagai Ketua RT 009/RW 015.
Pembacaan berikutnya turut dilanjutkan oleh Kong Khotib. Pergantian pembaca dilakukan secara bergantian sehingga rangkaian pembacaan berlangsung dengan suasana kebersamaan dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperbanyak shalawat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat setelah melaksanakan ibadah Subuh. Jamaah dari lingkungan sekitar mengikuti kegiatan hingga rangkaian pembacaan selesai.
Setelah pembacaan Simthudurror, acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Ustadz Komarudin Idris.
Lantunan shalawat diikuti oleh para jamaah yang hadir di Musholla Nurul Ihsan. Suasana musholla semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama melantunkan shalawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Tradisi pembacaan maulid dan shalawat secara bersama-sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Bagi jamaah, kegiatan rutin setelah shalat Subuh tidak sekadar menjadi agenda keagamaan mingguan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarwarga. Pertemuan rutin memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu, berkomunikasi, serta menjaga kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.
Setelah seluruh rangkaian pembacaan maulid, Simthudurror, dan shalawat selesai, kegiatan kemudian ditutup dengan doa.
Doa penutup dipimpin oleh Bapak H. Sai’d. Para jamaah mengikuti doa dengan khusyuk hingga seluruh rangkaian kegiatan pengajian berakhir.
Kegiatan rutin yang berlangsung setiap pekan di Musholla Nurul Ihsan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun kebersamaan.
Melalui pembacaan maulid, shalawat, dan pengajian, masyarakat diberikan ruang untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilaksanakan selepas shalat Subuh juga memperlihatkan keterlibatan warga dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan di tingkat lingkungan. Kehadiran para ustaz, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan jamaah menjadi bagian penting dalam mempertahankan kegiatan tersebut agar tetap berjalan secara rutin.
Dengan berlangsungnya pengajian secara berkala, Musholla Nurul Ihsan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga dalam membangun silaturahmi dan kehidupan sosial-keagamaan yang harmonis.
Rangkaian kegiatan pada Sabtu pagi itu pun berakhir dalam suasana tertib dan penuh kekhidmatan setelah doa dipanjatkan bersama.
Editor: Fahmy Nurdin



































