JAKARTA – Antusiasme masyarakat terlihat dalam pelaksanaan TNI AD Fair 2026 yang digelar di Sektor Timur Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan secara langsung berbagai alat utama sistem senjata (alutsista), perlengkapan prajurit, teknologi, inovasi, hingga produk unggulan yang ditampilkan satuan jajaran TNI Angkatan Darat.
Pameran tersebut menjadi salah satu ruang bagi TNI AD untuk memperkenalkan kemampuan dan perkembangan organisasi kepada masyarakat. Sebanyak 22 stand dari berbagai satuan disiapkan untuk memberikan gambaran mengenai tugas, peralatan, inovasi, serta aktivitas yang dijalankan prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., turut meninjau satu per satu stand yang tersedia. Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga berinteraksi dengan prajurit serta menyapa masyarakat yang memadati lokasi pameran.
Kehadiran Kasad sekaligus memperkuat pesan bahwa pameran tidak hanya ditujukan untuk memperlihatkan alutsista, tetapi juga menjadi sarana komunikasi publik antara TNI AD dengan masyarakat.
Di hadapan awak media, Maruli menjelaskan bahwa keterbukaan melalui pameran alutsista merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kondisi dan perkembangan TNI AD kepada publik.
“Ada 22 stand dari berbagai kesatuan, tempur, satuan bantuan tempur dan satuan dukungan administrasi. Kita berusaha untuk memperlihatkan kepada masyarakat beginilah kondisi Angkatan kita, untuk meyakinkan publik juga bahwa kita terus berlatih dan terus mengikuti perkembangan teknologi untuk siap mempertahankan negara kita,” kata Maruli.
Menurutnya, perkembangan teknologi pertahanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Karena itu, kesiapan TNI AD tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peralatan dan alutsista, tetapi juga kemampuan prajurit dalam mengoperasikan, merawat, serta menggunakannya sesuai kebutuhan tugas.
Berbagai jenis alutsista dan perlengkapan operasional menjadi salah satu daya tarik utama pameran. Pengunjung diberikan kesempatan melihat peralatan dari jarak dekat sekaligus mendapatkan penjelasan dari prajurit mengenai fungsi dan penggunaannya.
Kondisi tersebut membuat pameran memiliki dimensi edukatif. Masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung dari personel yang memahami karakteristik dan penggunaan peralatan yang ditampilkan.
Anak-anak dan generasi muda terlihat menjadi salah satu kelompok pengunjung yang cukup antusias. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk melihat kendaraan dan perlengkapan militer dari dekat, berinteraksi dengan prajurit, serta mengabadikan momen melalui foto.
Interaksi tersebut menciptakan suasana yang berbeda dari sekadar pameran peralatan pertahanan. Masyarakat dapat melihat secara lebih dekat sosok prajurit yang berada di balik pengoperasian berbagai alutsista tersebut.
TNI AD Fair 2026 juga tidak hanya menampilkan kekuatan tempur. Sejumlah stand memperlihatkan inovasi satuan, teknologi pendukung, kegiatan pembinaan teritorial, serta kontribusi TNI AD dalam membantu pemerintah dan masyarakat.
Dengan demikian, ruang pameran memberikan gambaran yang lebih luas mengenai fungsi TNI AD. Selain menjalankan tugas pertahanan, satuan jajaran TNI AD juga memiliki berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan wilayah dan dukungan terhadap kepentingan masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya.
Beragam kegiatan pendukung turut membuat suasana pameran semakin hidup. Penampilan band dan atraksi satuan menjadi hiburan bagi pengunjung sekaligus memperlihatkan sisi lain kehidupan prajurit di luar kegiatan operasional.
Bagi masyarakat, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan personel TNI AD tanpa jarak formal. Sementara bagi TNI AD, interaksi tersebut menjadi ruang untuk mendengar sekaligus memberikan informasi kepada publik.
Penyelenggaraan TNI AD Fair 2026 memperlihatkan bahwa pengenalan kekuatan pertahanan dapat dilakukan melalui pendekatan yang komunikatif dan terbuka.
Pameran memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui bagaimana alutsista, teknologi, inovasi, serta sumber daya manusia TNI AD dipersiapkan dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat menunjukkan adanya ketertarikan publik terhadap dunia pertahanan. Kehadiran keluarga, anak-anak, generasi muda, hingga masyarakat umum membuat pameran berlangsung dalam suasana yang ramai dan interaktif.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Momentum itu dimanfaatkan TNI AD untuk memperkenalkan perkembangan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Pada akhirnya, TNI AD Fair 2026 bukan semata-mata menjadi etalase alutsista dan perlengkapan militer. Pameran tersebut juga menjadi ruang perjumpaan antara prajurit dan rakyat, tempat masyarakat mengenal lebih dekat kemampuan serta aktivitas TNI AD.
Di tengah perkembangan teknologi pertahanan yang terus berlangsung, pesan yang ditampilkan melalui pameran tersebut menjadi bahwa kesiapan pertahanan tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan peralatan, tetapi juga ditopang oleh latihan, profesionalisme, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya.
Editor: Fahmy Nurdin




































