JAKARTA – Persatuan Buruh Kasar Indonesia menyatakan dukungan politik kepada Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., yang dikenal dengan sebutan Cah Angon, untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia periode 2029-2034.
Pernyataan tersebut disampaikan Cah Angon kepada redaksi di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Dukungan tersebut disebut menjadi bagian dari aspirasi kelompok buruh yang menginginkan adanya perhatian lebih besar terhadap persoalan kesejahteraan pekerja serta pembangunan nasional.
Dalam keterangannya, Tubagus Bahrudin menyampaikan bahwa dukungan Persatuan Buruh Kasar Indonesia merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang perlu dihargai dan didengar. Menurutnya, kaum buruh memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menopang berbagai sektor pembangunan.
Dukungan itu mengusung gagasan Indonesia yang disebut adil dan makmur. Namun, deklarasi dari organisasi masyarakat atau kelompok pendukung merupakan bentuk dukungan politik dan tidak dengan sendirinya menetapkan seseorang sebagai calon presiden secara resmi.
“Dukungan dari Persatuan Buruh Kasar Indonesia merupakan amanah dan aspirasi yang harus dihargai. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun Indonesia yang adil dan makmur,” ujar Tubagus Bahrudin dalam keterangannya.
Ia juga menekankan pentingnya menempatkan persoalan buruh sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Isu mengenai kesejahteraan pekerja, kesempatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sejumlah persoalan yang selama ini berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Deklarasi tersebut sekaligus menunjukkan mulai munculnya sejumlah kelompok masyarakat yang menyampaikan preferensi politik mereka menjelang Pemilihan Presiden 2029. Meski demikian, dinamika dukungan politik masih dapat berkembang seiring proses politik dan tahapan pemilu yang akan datang.
Untuk saat ini, dukungan Persatuan Buruh Kasar Indonesia terhadap Tubagus Bahrudin merupakan pernyataan politik dari kelompok tersebut. Adapun pencalonan presiden secara resmi tetap bergantung pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme pencalonan yang berlaku pada Pemilu 2029.
Tubagus Bahrudin menyatakan akan menghormati seluruh proses politik dan aspirasi masyarakat. Ia juga mengajak agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, termasuk buruh, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, serta generasi muda.
Deklarasi dukungan Persatuan Buruh Kasar Indonesia dengan demikian menjadi salah satu perkembangan dalam dinamika politik menuju Pemilu 2029. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada proses konsolidasi dukungan, perkembangan partai politik, serta tahapan resmi penyelenggaraan pemilu.
Editor: Fahmy Nurdin



































