Munjirin: Pelajar Harus Jadi Penggerak Demokrasi yang Sehat

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, berfoto bersama para pelajar SMA dan SMK serta jajaran penyelenggara usai kegiatan peningkatan kapabilitas demokrasi di Kantor Sekretariat KPU Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Kamis (29/10/2026).

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, berfoto bersama para pelajar SMA dan SMK serta jajaran penyelenggara usai kegiatan peningkatan kapabilitas demokrasi di Kantor Sekretariat KPU Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Kamis (29/10/2026).

JAKARTA TIMUR – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan peningkatan kapabilitas demokrasi yang diikuti sekitar 80 pelajar SMA dan SMK se-Jakarta Timur di Kantor Sekretariat KPU Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pemilih pemula untuk mengenal lebih dekat Museum Perjalanan Pemilu, yang menyajikan perjalanan sejarah penyelenggaraan pemilu di Indonesia dari masa ke masa.

Melalui kunjungan tersebut, para pelajar diajak memahami perkembangan sistem demokrasi di Tanah Air, termasuk perubahan regulasi, kelembagaan, dan mekanisme penyelenggaraan pemilu seiring perkembangan zaman.

Salah satu peserta, Dzakwan Mahib, siswa SMAN 36 Jakarta, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah melihat langsung berbagai dokumentasi sejarah pemilu. Menurutnya, pemahaman mengenai perjalanan pemilu menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk ikut mendorong pelaksanaan demokrasi yang lebih baik.

Antusiasme serupa disampaikan Abdilah dari SMK Angkasa I Halim Perdanakusuma Jakarta dan M. Umar Karim dari SMAN 14 Jakarta. Keduanya mengaku senang dapat melihat secara langsung berbagai rekam jejak sejarah pemilu melalui koleksi dan penyajian informasi di museum tersebut.

“Kita jadi lebih terbuka pikirannya. Pemilu itu berjalan sangat lama dan mengalami banyak perubahan. Ada banyak hal yang bisa kita sampaikan dan pelajari dari perubahan-perubahan tersebut, sehingga ke depannya bisa menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pemilu,” ungkap Dzakwan.

Museum Perjalanan Pemilu menjadi salah satu sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah demokrasi Indonesia, mulai dari penyelenggaraan pemilu pertama pada 1955 hingga perkembangan pemilu di era modern yang memanfaatkan teknologi informasi.

Keberadaan museum ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya pemilu sebagai instrumen kedaulatan rakyat. Melalui berbagai artefak, dokumentasi, dan narasi visual, pengunjung dapat mempelajari dinamika penyelenggaraan pemilu sekaligus memahami nilai-nilai demokrasi yang perlu dijaga bersama.

Selain menjadi sarana pendidikan, museum ini juga mendukung kegiatan penelitian dan rekreasi edukatif melalui tata pamer yang dirancang informatif dan interaktif. Dengan demikian, pembelajaran mengenai sejarah pemilu diharapkan dapat berlangsung lebih menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, berharap para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada teman-teman sebaya di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan diundangnya para perwakilan siswa, kurang lebih 80 siswa, mereka mendapatkan bekal keilmuan tentang kepemimpinan demokrasi dan bisa menularkannya kepada teman-teman lainnya di sekolah,” ujar Munjirin.

Ia berharap kegiatan edukasi demokrasi ini dapat meningkatkan pemahaman politik yang sehat di kalangan pelajar, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, Museum Perjalanan Pemilu diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang membantu generasi muda mengenal sejarah kepemiluan, memahami nilai-nilai demokrasi, serta mempersiapkan diri menjadi warga negara yang kritis dan bertanggung jawab.

(Juana)

Berita Terkait

Pokja PWI Wali Kota Jaktim dan Terminal Pulogebang Bersinergi Kawal Pelayanan Publik
Wali Kota Jakpus Tinjau Pengungsian, Anak Korban Kebakaran Menteng Dapat Perlengkapan Sekolah
Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program
Munjirin Ajak ASN Jakarta Timur Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan Kerja
Perkuat Keterbukaan Informasi, PWI Jakarta Timur Jalin Kemitraan dengan Terminal Kampung Rambutan
Munjirin: Siswa Jakarta Timur Tak Kalah dari Pelajar Kota Besar Lainnya
Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur dan Suban Aset Perkuat Sinergi, Transparansi Informasi Jadi Sorotan
Cegah Rabies, Wali Kota Jakpus Fasilitasi Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing Gratis di Gajah Mada Plaza
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Munjirin: Pelajar Harus Jadi Penggerak Demokrasi yang Sehat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Pokja PWI Wali Kota Jaktim dan Terminal Pulogebang Bersinergi Kawal Pelayanan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Wali Kota Jakpus Tinjau Pengungsian, Anak Korban Kebakaran Menteng Dapat Perlengkapan Sekolah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Munjirin Ajak ASN Jakarta Timur Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan Kerja

Berita Terbaru

Pendidikan

Bantuan Ijazah Tertunda Tahap II, 414 Pelajar Jaksel Terbantu

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:40 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, berfoto bersama para pelajar SMA dan SMK serta jajaran penyelenggara usai kegiatan peningkatan kapabilitas demokrasi di Kantor Sekretariat KPU Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Kamis (29/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Munjirin: Pelajar Harus Jadi Penggerak Demokrasi yang Sehat

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:33 WIB