Paket Sembako Murah Kecamatan Tanah Abang di Serbu Ibu Ibu

- Jurnalis

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, okjakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar sembako murah yang kali ini berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Sebelumnya, sembako murah di wilayah Jakarta Pusat telah dilaksanakan di kantor Kelurahan Gunung Sahari Utara (Kecamatan Sawah Besar), Kelurahan Galur (Kecamatan Senen), dan Kelurahan Cempaka Putih Barat (Kecamatan Cempaka Putih).

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, paket sembako yang disediakan terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu 1 kg.

Selain paket sembako, lanjut Heru, pihaknya juga menyediakan paket mie instan dan aneka produk peternakan dengan harga di bawah pasar.

“Sejak kegiatan ini berlangsung dari pertengahan Januari 2024 lalu hingga sekarang, telah lebih dari 35 mitra yang mendukung pelaksanaan program sembako murah ini. Untuk yang saat ini mitra yang mendukung yaitu, Pakuwon, Grab, Agung Sedayu, dan RS Bakti Mulya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mendukung kegiatan sembako murah ini. Karena seharusnya
warga membayar 135 ribu setiap paket sembako namun, dalam
program sembako murah ini warga hanya membayar 100 ribu saja.

“Itu artinya ada subsidi yang diberikan untuk warga masyarakat dengan menggandeng para mitra yang terlibat pada pelaksanaan hari ini. Untuk di Kecamatan Tanah Abang kita menyediakan sebanyak 1.000 paket sembako,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai bentuk pengendalian inflasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi pasar sehingga dapat membantu warga yang membutuhkan untuk mendapatkan sembako yang murah dan berkualitas.

Di tempat yang sama, salah seorang warga Jalan Petamburan I Ani Faridah (60 tahun) mengaku sangat terbantu dengan adanya sembako murah ini, terutama beras yang lagi melonjak harganya.

Menyoal prosedur yang dilalui, Ani menuturkan, sebelumnya sudah mendaftar melalui kelurahan dan pada hari ini langsung ke lokasi dengan membawa KTP asli dan tidak boleh diwakilkan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini harus sering dilakukan, terlebih kondisi sekarang harga sembako yang serba mahal, kalau bisa rutin setiap tiga bulan sekali, itu bagus sekali,” tutupnya.

Berita Terkait

Aksi Unjuk Rasa di Monas Berlangsung Tertib, Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Jakarta Tetap Kondusif
Patroli Humanis Brimob Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Kabupaten Bekasi
Diduga Beraksi Berkelompok, Komplotan Pencopet di PRJ Kemayoran Diburu Polisi
Polri Bagikan Makanan Ringan kepada Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK, Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Tanpa Surat Resmi, Polisi Tetap Kedepankan Pengamanan Humanis
Sambut HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk untuk Warga Ber-KTP Jakarta Selama Tiga Hari
Kapolsek Tambora Periksa Kendaraan Dinas dan Senjata Api Personel, Pastikan Kesiapan Operasional Tetap Optimal
Patroli Dini Hari Brimob Polda Metro Jaya Bantu Warga Sakit di Jakarta Utara, Wujud Nyata Pelayanan Humanis Kepolisian
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:42 WIB

Aksi Unjuk Rasa di Monas Berlangsung Tertib, Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Jakarta Tetap Kondusif

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:13 WIB

Patroli Humanis Brimob Polda Metro Jaya Jaga Kondusivitas Kabupaten Bekasi

Senin, 15 Juni 2026 - 18:35 WIB

Diduga Beraksi Berkelompok, Komplotan Pencopet di PRJ Kemayoran Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 18:14 WIB

Polri Bagikan Makanan Ringan kepada Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK, Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:29 WIB

Demo Mahasiswa di Bundaran HI Tanpa Surat Resmi, Polisi Tetap Kedepankan Pengamanan Humanis

Berita Terbaru

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan sekitar 77 persen pelaku UMKM di Indonesia masih belum memiliki legalitas usaha dan menjalankan aktivitas bisnis secara informal.

Bisnis Ekonomi

Menteri UMKM: 77 Persen Pelaku UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:00 WIB