Implementasi Dana 5% ABPD DKJ Perkelurahan Dapat Membantu Masyarakat

- Jurnalis

Jumat, 26 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, okjakarta.com – Dana sebesar 5% untuk kelurahan terimplisit saat diskusi during yang disiarkan melalui You Tube Forum Merdeka Barat 9 (FBM 9) oleh Sekertaris Jendral Kemendagri Suhajar Diantoro pada Senen (22/4) belum lama ini menjadi menarik di perbincangkan.

Menurut Robert Siagian sekertaris Gerakan Pemuda Marhaenis Prov DKI Jakarta, rencana dana itu sangatlah membantu masyarakat jakarta itu sendiri. Cuma saja, katanya harus lebih transparan dan akuntable pada pertanggungjawabannya.

Dai menjelasakan, dana seperti itu pernah saat pemerintahan orde baru yaitu dana yang dikelola LKMD dan disusul olah program PPMK (Bidang Ekonomi, Bidang Sosial Kemasyrakata, Bidang Fisik).

“Selain mempercepat kebutuhan masyarakat, pertanggung jawabannya harus ketat dan selektif nantinya. Bisa saja ada unsur Pengawas dan Pembina serta Pendamping sehingga pelaksaannya profesional,” terangnya. Jumat, (26/4/2024 dibilangan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Ada faktor yang mendasar harus diketahui yakni,
1. Uang tersebut dari mana.
2. Sifat dana (Hibah atau Tidak) terkait pertanggung jawaban secara hukum.
3. Musrenbang kelurahan harud selektif (dilihat dari kebutuhan).
4. Kalau memang tidak dibutukan dilihat dari kebutuhan nomenklaturnya (Ekonomi,Sosial, Fisik)
5. Siapa pengelolah, pengawas dan yang menjalankan di masyarakat.
“Ini terkait pertanggung jawaban dana tersebut” tandasnya.

Jika rencana dana yang bertajuk UU DKJ dan setelah  dikurangi Dana Alokasi Umum dan Alokasi Khusus, maka tinggal kebijakan pelaksanan saja sebab peran pemda sangatlah krusial.

“Harus ada bahasan terlebih dahulu di internal Pemda (Jabodetabek) dan Leguslatif. Agar tidak ada tarik menarik kepentingan” tandasnya.

Berdasakan pengalaman (LKMD, PPMK), katanya, pertanggung jawaban/nasibnya sampe sekarang agak buram dan tidak bisa diterangkan secara implisit, sebab terjadi 2 kepentingan pengelolahannya. Satu pihak dibawah Kepemerintahan dan satu pihak ladi di bawa BPM (Badan Pemberdayaan Masyarakat).

Berita Terkait

Sambut 5 Abad Jakarta, Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat di Masjid Apung An-Nur
Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Bulan Solidaritas Palestina di Monas
Dari Pengobatan Gratis hingga Bedah Rumah, Polda Metro Jaya dan Kementerian PKP Bergerak Bantu Warga
Polda Metro Jaya Apresiasi Aksi Damai di Jakarta, Budi Hermanto: Aspirasi Warga Harus Dihormati
Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta
UNAS Kumpulkan Akademisi Internasional, Bahas Krisis Pangan hingga Geopolitik
DPD Partai Gerakan Rakyat Sukabumi Perkuat Soliditas Lewat Kerja Bakti
HBKB Sudirman-Thamrin Berakhir Lebih Cepat, Dishub DKI Antisipasi Kunjungan Presiden Mesir
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:32 WIB

Sambut 5 Abad Jakarta, Ancol Gelar Dzikir dan Shalawat di Masjid Apung An-Nur

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Bulan Solidaritas Palestina di Monas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Dari Pengobatan Gratis hingga Bedah Rumah, Polda Metro Jaya dan Kementerian PKP Bergerak Bantu Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Polda Metro Jaya Apresiasi Aksi Damai di Jakarta, Budi Hermanto: Aspirasi Warga Harus Dihormati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pramono Anung Resmikan Masjid Apung An-Nur Ancol, Ikon Baru Wisata Religi Jakarta

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 November 2026. Foto: Istimewa.

Bisnis Ekonomi

Pimpin Ratas, Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Senin, 2 Nov 2026 - 22:30 WIB

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah melalui pasar modal. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs).

Bisnis Ekonomi

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:01 WIB