Wali Kota Jakarta Timur Lepas 50 Peserta Pengenalan Wisata Religi 2026, Dorong Penguatan Nilai Sejarah dan Spiritualitas

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas 50 peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas 50 peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas 50 peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperluas literasi sejarah dan spiritual masyarakat melalui pendekatan wisata edukatif.

Program yang diinisiasi oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur tersebut diikuti anggota Tim Penggerak PKK Jakarta Timur serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Para peserta akan mengunjungi sejumlah situs religi bersejarah di Jakarta yang dinilai memiliki nilai arsitektur, sosial, dan historis yang kuat.

Adapun destinasi yang menjadi tujuan kunjungan meliputi Masjid Tjia Kang Hoo, Masjid Agung At-Tin, Museum Bait Al-Qur’an, Masjid Istiqlal, serta ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta.

Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan bahwa wisata religi tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ibadah, melainkan juga sarana mengenal perjalanan sejarah, akulturasi budaya, dan perkembangan peradaban di Jakarta.

“Destinasi wisata religi memiliki dimensi yang luas. Selain sebagai tempat ibadah, situs-situs ini menyimpan jejak sejarah panjang dan menjadi saksi dinamika sosial masyarakat dari masa ke masa,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pemahaman terhadap warisan religi menjadi penting di tengah perkembangan kota metropolitan yang kian pesat. Jakarta, kata dia, tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga memiliki akar sejarah yang kuat yang tercermin dalam bangunan-bangunan keagamaan dan situs bersejarah.

Ia berharap para peserta dapat berperan sebagai agen informasi di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai strategis untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar lebih mengenal dan menjaga warisan sejarah yang ada di wilayahnya.

“Saya ingin setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat bahwa Jakarta Timur dan Jakarta secara umum memiliki destinasi wisata religi yang bernilai edukatif dan patut dilestarikan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Sudin Parekraf Jakarta Timur menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pengembangan potensi wisata berbasis komunitas. Melalui pelibatan organisasi kemasyarakatan seperti PKK dan Dharma Wanita, pemerintah berharap informasi mengenai destinasi wisata dapat tersebar lebih luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Selain mengenalkan aspek sejarah dan arsitektur, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat terhadap wisata religi sebagai alternatif destinasi yang menenangkan sekaligus edukatif, terutama menjelang momentum bulan-bulan keagamaan.

Pengamat pariwisata yang dihubungi secara terpisah menilai, penguatan wisata religi dapat menjadi strategi diversifikasi destinasi di Jakarta. Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan harus diiringi dengan peningkatan kualitas fasilitas, aksesibilitas, serta narasi sejarah yang informatif agar pengalaman pengunjung semakin optimal.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan partisipatif, kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga langkah konkret memperkuat identitas budaya dan spiritual Jakarta di tengah modernisasi kota.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu
Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib
Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan
Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu
Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI
Usai Shalat Subuh, Jamaah Musholla Nurul Ihsan Bidara Cina Gelar Maulid dan Pengajian Simthudurror
Jakarta Anti Culun Hadirkan Panggung Inklusif, Sehat dan Bebas Narkoba Lewat Balik Nge Gigs
Pedagang Tegaskan Dukung Revitalisasi Pasar Taman Puring, Harapkan Pemprov DKI Segera Realisasikan Pembangunan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Semarak Lomba Karaoke HUT ke-81 RI, Warga RW 015 Bidara Cina Rayakan Kemerdekaan dengan Nada dan Lagu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan di Jakarta, Aspirasi Publik Dikawal Tetap Tertib

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Merdekaria 2026 di Ancol: Gratis Tiket Masuk pada 17 Agustus, Hadirkan Perayaan Kemerdekaan untuk Semua Kalangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Wakil Ketua DPR RI Dukung Gerakan Nasional Stop Bullying, Film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Festival UMKM dan Lomba Melukis Polda Metro Jaya Meriahkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah umat Katolik berfoto bersama usai mengikuti Misa Syukur Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gereja Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Komunitas

Misa Syukur OCI, Kardinal Suharyo Tekankan Makna Kemerdekaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga harga daging ayam di tingkat yang seimbang agar tetap terjangkau masyarakat sekaligus memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.

Bisnis Ekonomi

Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:46 WIB