Ketua Kadin Cilegon Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Rp5 Triliun ke Kontraktor Proyek Chandra Asri

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tersangka Pemerasan Ketua Kadin Cilegon. (Dok-Istimewa).

Foto: Tersangka Pemerasan Ketua Kadin Cilegon. (Dok-Istimewa).

BANTENKetua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, Muhammad Salim, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap PT China Chengda Engineering Co, kontraktor utama proyek PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Penetapan status hukum ini merupakan buntut dari viralnya sebuah video yang memperlihatkan permintaan jatah proyek senilai Rp5 triliun.

Pantauan wartawan di Polda Banten, Muhammad Salim keluar dari ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) sekitar pukul 22.36 WIB. Ia tampak tidak banyak berbicara dan hanya mengacungkan jempol saat digiring keluar bersama dua tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua Kadin Bidang Perindustrian Ismatullah dan Ketua HNSI Cilegon, Rufaji Jahuri.

Direktur Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa Muhammad Salim dijerat dengan Pasal 368 dan Pasal 160 KUHP terkait pemerasan dan penghasutan. “MS berperan mengajak dan menggerakkan massa untuk melakukan aksi di PT Chengda. Pada 14 dan 22 April, ia bersama tersangka Ismatullah juga mendatangi PT Total untuk memaksa meminta proyek,” ujar Dian, Jum’at (16/5/25).

Ismatullah, kata Dian, merupakan sosok yang terlihat dalam video viral tengah menggebrak meja saat menyampaikan permintaan proyek. Ia meminta proyek senilai Rp5 triliun untuk Kadin tanpa melalui proses lelang. “Menggebrak meja dan meminta proyek Rp5 triliun untuk Kadin tanpa lelang,” tegas Dian.

Sementara itu, tersangka ketiga, Rufaji Jahuri, yang merupakan Ketua HNSI Cilegon, disebut mengancam akan menghentikan proyek PT Chengda jika tidak diberikan bagian proyek.

Kasus ini mencuat setelah akun X @Nenk****** mengunggah video pertemuan sejumlah pihak yang diduga dari Kadin Cilegon dan ormas lokal dengan perwakilan PT Chengda. Dalam video tersebut, terdengar seorang pria berpakaian putih yang mengaku anggota Kadin Cilegon meminta jatah proyek secara gamblang.

“Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas. Rp5 triliun untuk Kadin, Rp3 triliun untuk Kadin,” kata pria dalam video yang menjadi viral tersebut.

Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

RI-Jepang Sepakati Kerja Sama Rp392 Triliun, Prabowo Dorong Kemitraan Naik Level
LPS Mulai Verifikasi Data Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Izin Dicabut OJK
Drama Sidang Aborsi di Jakarta Timur, Kesaksian Warga hingga Autopsi Bayi Perkuat Dakwaan
Aliran Dana Misterius di Balik Transaksi Tanah Rp259 Miliar, Terdakwa Terpojok di Sidang Akhir
Dua WNA Liberia Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Black Dollar di Jakarta
Akun IG “Badan Perwakilan Netizen” Dipersoalkan, Praktisi: Bukan Produk Pers dan Tak Dilindungi UU
Keluarga Laporkan Ulang Kasus Tewasnya Aktivis Pelabuhan di Bekasi ke Polda Metro Jaya
Armando Herdian Buka Suara di Pengadilan: Dugaan Ketimpangan Dana hingga Rp130 Miliar Terungkap
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 02:06 WIB

RI-Jepang Sepakati Kerja Sama Rp392 Triliun, Prabowo Dorong Kemitraan Naik Level

Rabu, 1 April 2026 - 02:00 WIB

LPS Mulai Verifikasi Data Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Izin Dicabut OJK

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:58 WIB

Drama Sidang Aborsi di Jakarta Timur, Kesaksian Warga hingga Autopsi Bayi Perkuat Dakwaan

Senin, 30 Maret 2026 - 14:43 WIB

Aliran Dana Misterius di Balik Transaksi Tanah Rp259 Miliar, Terdakwa Terpojok di Sidang Akhir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:00 WIB

Dua WNA Liberia Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Black Dollar di Jakarta

Berita Terbaru

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin (tengah), menandatangani kesepakatan bersama dengan BBPOM DKI Jakarta terkait penguatan pengawasan dan keamanan pangan, di Gedung Jakarta Creative Hub, Selasa (31/3/2026)

Wali Kota Jakarta Pusat

Pemkot Jakpus Gandeng BBPOM, Perketat Pengawasan dan Keamanan Pangan

Selasa, 31 Mar 2026 - 19:52 WIB