Sleman — Upaya memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kampus kembali digencarkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Lewat program DHARMA #3, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Fakultas Ilmu Pendidikan UNY menggelar kegiatan donor darah di Gedung IDB lantai 3, Sabtu (15/11).
Inisiatif ini menjadi bagian dari Red Heroes Project, gerakan edukatif dan kemanusiaan yang digagas empat mahasiswa: Andita, Chelsy, Neysa, dan Sharon Larasati. Tak hanya bertujuan membantu ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan, mereka juga menekankan pentingnya literasi kesehatan di kalangan generasi muda. Program tersebut selaras dengan dua poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, serta poin 4 terkait pendidikan berkualitas.
Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi UNY dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta dukungan tenaga medis dari Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI). Selain berperan sebagai tim penyelenggara, anggota kelompok turut mengambil bagian dalam proses donor serta menjadi narator kampanye edukatif.
Setiap tahapan donor darah—mulai registrasi hingga pengambilan darah—didokumentasikan dan diolah menjadi konten video informatif untuk publik. Konten itu disebarkan melalui media sosial dengan harapan mampu mendorong mahasiswa lain berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan serupa.
“Kami ingin menegaskan bahwa donor darah itu aman, bermanfaat, dan menjadi bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Sharon Larasati.
Chelsy, yang menjadi pendonor aktif dalam kegiatan ini, turut membagikan pengalaman positifnya. “Donor darah ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Bahkan sedikit darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.
Walaupun jumlah pendonor pada kegiatan ini belum banyak, penyelenggara menilai dampak penyebaran informasi melalui media digital jauh lebih luas. Strategi itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pasokan darah yang aman bagi layanan kesehatan nasional.
Melalui gerakan ini, mahasiswa UNY kembali menunjukkan peran sentral mereka sebagai agen perubahan sosial—mendorong gaya hidup sehat, kepedulian, dan edukasi publik yang berkelanjutan.
BEM KM FIP UNY berharap DHARMA #3 dapat menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di masa depan, serta memperkuat kontribusi kampus terhadap agenda pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.



































