Ombudsman Soroti Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Logistik Desa, Ingatkan Risiko Tak Sinkron B40

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ombudsman Republik Indonesia memberi perhatian terhadap rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga impor untuk mendukung program logistik Koperasi Desa dengan nilai anggaran mencapai Rp24,6 triliun.

Ombudsman Republik Indonesia memberi perhatian terhadap rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga impor untuk mendukung program logistik Koperasi Desa dengan nilai anggaran mencapai Rp24,6 triliun.

Jakarta — Ombudsman Republik Indonesia memberi perhatian terhadap rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga impor untuk mendukung program logistik Koperasi Desa dengan nilai anggaran mencapai Rp24,6 triliun.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Yeka Hendra Fatika, menyatakan langkah memobilisasi desa guna memutus rantai distribusi pangan merupakan inisiatif strategis. Namun, ia menekankan pentingnya kesesuaian teknis dan perencanaan matang agar penggunaan anggaran negara memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelayanan publik.

Menurut Yeka, terdapat potensi hambatan operasional apabila spesifikasi teknis kendaraan impor jenis Completely Built Up (CBU) tidak selaras dengan kebijakan energi nasional, khususnya mandatori biodiesel B40/B50.

Niat baik mewujudkan ketahanan pangan perlu didukung tata kelola yang presisi. Penggunaan kendaraan CBU dengan standar mesin tertentu berpotensi menghadapi kendala teknis jika tidak sinkron dengan mandatori Biodiesel B40/B50 yang berlaku di Indonesia,” ujar Yeka dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ia mengingatkan ketidaksesuaian spesifikasi mesin dengan bahan bakar dapat memicu gangguan fungsi pada skala luas. Kondisi tersebut berisiko menghambat distribusi pangan di desa serta membebani masyarakat dengan biaya perawatan tinggi dan keterbatasan suku cadang, terutama di wilayah terpencil.

Yeka juga menekankan pentingnya integrasi kebijakan merujuk pada UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) serta UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan prinsip tertib dan efisien dalam pengelolaan anggaran.
Sebagai langkah penguatan tata kelola, Ombudsman menyarankan pemerintah memprioritaskan pemberdayaan produsen otomotif nasional, seperti PT Pindad maupun konsorsium otomotif dalam negeri. Produk lokal dinilai lebih kompatibel dengan karakteristik biodiesel yang digunakan di Indonesia sekaligus memiliki dukungan ekosistem pemeliharaan dan layanan purnajual yang lebih luas.

Selain aspek teknis armada, Ombudsman menilai keberhasilan program juga bergantung pada ketepatan sasaran distribusi. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun, intervensi armada logistik disarankan difokuskan pada 11.524 desa berkategori tertinggal dan sangat tertinggal, dengan sebaran terbesar di Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, serta sebagian wilayah Jawa dan Bali.

Untuk desa yang telah berkembang, Ombudsman menyarankan optimalisasi ekosistem digital melalui peran BUMDes dan koperasi sebagai agregator logistik berbasis teknologi guna menghindari redundansi belanja modal.

Dengan kombinasi dukungan armada fisik buatan lokal untuk daerah tertinggal dan optimasi digital untuk daerah maju, kedaulatan pangan nasional yang mandiri serta akuntabel dapat terwujud secara efisien,” kata Yeka.

Berita Terkait

Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot
Tipu Ahmad Sahroni Pakai Nama KPK, Perempuan Ini Ditangkap Polda Metro Jaya
Peneliti Politik Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penghasutan Gulingkan Prabowo Subianto
Protes Vonis Cepat Nikita Mirzani, Pakar Hukum: Setiap Perkara Punya Dinamika Sendiri
LSM Harimau Desak Transparansi Sidang Perdagangan Satwa Dilindungi di Jakarta Timur
Lapas Cibinong Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bansos untuk 5.000 Warga di HBP Ke-62
Bayang-Bayang Etik dan Integritas: Jejak Kontroversial Auditor Eks Napi KDRT Memicu Sorotan Publik
Buronan The Doctor Ditangkap di Penang, Jejak Jaringan Narkotika Lintas Negara Mulai Terkuak
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 12:03 WIB

Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot

Sabtu, 11 April 2026 - 15:50 WIB

Tipu Ahmad Sahroni Pakai Nama KPK, Perempuan Ini Ditangkap Polda Metro Jaya

Jumat, 10 April 2026 - 10:40 WIB

Peneliti Politik Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penghasutan Gulingkan Prabowo Subianto

Rabu, 8 April 2026 - 17:31 WIB

Protes Vonis Cepat Nikita Mirzani, Pakar Hukum: Setiap Perkara Punya Dinamika Sendiri

Rabu, 8 April 2026 - 16:13 WIB

LSM Harimau Desak Transparansi Sidang Perdagangan Satwa Dilindungi di Jakarta Timur

Berita Terbaru

Foto Kondisi rumah kontrakan warga di Jalan KH Hasyim, Pondok Cabe No.55, RT 06/RW 01, Kembangan Utara, Jakarta Barat, yang mengalami kerusakan parah akibat robohnya tiang proyek menara telekomunikasi

Hukum & Kriminal

Tiang Tower Roboh di Kembangan, Warga Terluka—Izin dan Pengawasan Disorot

Minggu, 12 Apr 2026 - 12:03 WIB