Menteri Imipas Buka WCPP 2026 di Bali, Tekankan Keadilan Restoratif untuk Sistem Pemasyarakatan Global

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi membuka The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang digelar pada 14–17 April di Bali International Convention Center.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi membuka The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang digelar pada 14–17 April di Bali International Convention Center.

BALI  — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi membuka The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang digelar pada 14–17 April di Bali International Convention Center.

Pembukaan ini menandai komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi sistem pemasyarakatan berbasis keadilan restoratif di tingkat global.

Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma. Ia menyebut pendekatan pemidanaan tidak lagi berfokus pada pemenjaraan semata, melainkan mengedepankan pemulihan sosial yang lebih komprehensif.

“Masyarakat yang aman lahir dari sistem yang mampu memulihkan, bukan sekadar menghukum,” ujarnya.

Mengusung tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts, and Safer Societies”, kongres ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dalam membangun sistem keadilan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Agus menjelaskan, konsep restorative justice menjadi kunci dalam menciptakan sistem hukum yang berorientasi pada reintegrasi sosial. Menurutnya, pemulihan tidak hanya ditujukan kepada pelaku, tetapi juga korban serta masyarakat, guna memperbaiki hubungan sosial yang terdampak oleh tindak pidana.

Ia juga menyoroti peran strategis Balai Pemasyarakatan dalam menekan angka residivisme melalui pembimbingan dan pengawasan yang berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan harmoni antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, Agus menyebut WCPP sebagai forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan pemasyarakatan dari berbagai negara untuk saling bertukar pengalaman dan merumuskan model pembinaan yang lebih efektif.

“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi sebagai praktik terbaik global, khususnya dalam pengembangan pidana alternatif dan pembebasan bersyarat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi internasional, dengan lebih dari 400 peserta dari 44 negara yang hadir di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

Agus menambahkan, pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan tidak terlepas dari nilai budaya yang mencerminkan harmoni antara kearifan lokal dan modernitas.

Selain forum diskusi, kegiatan ini juga menampilkan hasil karya warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Produk tersebut mendapat perhatian dari delegasi internasional dan diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas.

Ke depan, Indonesia juga membuka ruang kolaborasi dan masukan dari berbagai negara dalam pengembangan sistem pemasyarakatan, seiring dengan pembaruan hukum nasional, termasuk KUHP dan KUHAP, yang mengarah pada pendekatan pembinaan, pemulihan, dan kerja sosial.

Kongres yang berlangsung selama empat hari ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari sesi pleno, diskusi tematik, hingga pertukaran praktik terbaik. Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional serta mendorong sistem keadilan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan.

Berita Terkait

Lapas-Rutan Jakarta Buka Kunjungan Anak, Warga Binaan Bisa Bertemu Anak Tiap Sabtu
Menteri Imipas Temui 46 PMI di Malaysia, Upayakan Pemulangan Maksimal 10 Hari
Imigrasi Deportasi 5 WN Tiongkok, Ditengarai Hendak ke Australia Secara Ilegal
YPS Bantah Klaim Pengambilalihan Aset, Putusan PN Bandung Disebut Belum Berkekuatan Hukum Tetap
Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali
Imigrasi Amankan WN Rusia yang Rekam Demo KNPB di Wamena
Dua WN Tiongkok Ditangkap Imigrasi Jayapura, Diduga Berburu Satwa Dilindungi untuk Konten Live
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 01:10 WIB

Lapas-Rutan Jakarta Buka Kunjungan Anak, Warga Binaan Bisa Bertemu Anak Tiap Sabtu

Senin, 7 September 2026 - 09:11 WIB

Menteri Imipas Temui 46 PMI di Malaysia, Upayakan Pemulangan Maksimal 10 Hari

Rabu, 2 September 2026 - 08:52 WIB

Imigrasi Deportasi 5 WN Tiongkok, Ditengarai Hendak ke Australia Secara Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:35 WIB

YPS Bantah Klaim Pengambilalihan Aset, Putusan PN Bandung Disebut Belum Berkekuatan Hukum Tetap

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen. Sementara secara bulanan atau month-to-month (MtM), inflasi Agustus 2026 tercatat naik 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.

Nasional

Mendagri Ungkap Inflasi RI Agustus 2026 Capai 3,19 Persen

Selasa, 8 Sep 2026 - 16:28 WIB