JAKARTA – Upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat terus dilakukan melalui pendekatan langsung di tengah warga. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Jaga Jakarta On The Spot yang dipimpin Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, bersama Pangdam Jaya, Letjen TNI Deddy Suryadi, di Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (9/6/2026).
Program yang digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya itu menjadi wadah dialog terbuka antara unsur TNI-Polri dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, aparat tidak hanya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, tetapi juga mendengarkan langsung berbagai kebutuhan, keluhan, dan harapan warga terkait kondisi lingkungan mereka.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin, Dirintelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol. Miko Indrayana, serta Asintel Kodam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh. Pada waktu yang sama, pejabat utama, para Kapolres, dan Dandim jajaran juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing guna memperluas jangkauan komunikasi dengan masyarakat.
Kunjungan diawali di Cafe Junet yang berlokasi di Jalan Keutamaan Dalam RT 06 RW 03, Kelurahan Krukut. Dalam suasana yang berlangsung santai namun produktif, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya berdiskusi dengan Ketua RW 03, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga setempat mengenai berbagai isu keamanan lingkungan.
Pembahasan mencakup efektivitas sistem keamanan lingkungan (Satkamling), peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam pembinaan masyarakat, hingga keberadaan Pos Pantau Anti Tawuran yang selama ini menjadi salah satu instrumen pencegahan gangguan kamtibmas di kawasan permukiman.
Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan lingkungan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, termasuk peredaran tramadol yang kerap disalahgunakan oleh kalangan tertentu. Warga diminta tidak ragu menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
“Keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran aktif masyarakat, tokoh lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak awal,” ujar Kapolda Metro Jaya.
Setelah menyelesaikan dialog di lokasi pertama, rombongan melanjutkan kegiatan ke Kedai Go Pilan di Jalan Ketapang Utara I RW 07, Kelurahan Krukut. Di tempat tersebut, pembahasan berkembang pada kondisi kamtibmas yang lebih luas, termasuk dinamika sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Kapolda Metro Jaya menjelaskan bahwa Jaga Jakarta On The Spot merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis yang menempatkan aparat keamanan lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran langsung di lingkungan warga dinilai mampu membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang komunikasi dua arah yang lebih efektif.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan maupun langkah tindak lanjut di lapangan.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Setiap masukan akan menjadi bahan bagi kami untuk melakukan langkah tindak lanjut, termasuk berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Sementara itu, hasil pelaksanaan kegiatan secara serentak di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Beragam persoalan yang muncul antara lain kebutuhan penerangan jalan umum, titik-titik rawan gangguan keamanan, kondisi proyek pembangunan jalan yang dianggap berpotensi membahayakan warga, hingga upaya pencegahan tawuran dan pencurian kendaraan bermotor.
Selain itu, sejumlah warga juga mengusulkan pembangunan pos polisi di beberapa kawasan, menyampaikan apresiasi terhadap layanan darurat Kepolisian 110, serta mengingatkan potensi kerawanan sosial yang dapat muncul menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa di beberapa daerah penyangga Jakarta.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Polda Metro Jaya memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan didokumentasikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi. Untuk persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur seperti penerangan jalan dan perbaikan jalan rusak, koordinasi akan dilakukan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah warga di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan antara aparat dan warga.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Jaga Jakarta On The Spot berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Program ini menjadi cerminan pendekatan kolaboratif antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perkotaan yang memiliki tingkat dinamika sosial tinggi.
Melalui dialog yang terbuka dan komunikasi yang intensif, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya berharap potensi gangguan keamanan dapat terdeteksi lebih cepat, sementara berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat memperoleh solusi melalui sinergi lintas sektor. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga Jakarta.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































