JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui pelaksanaan The 16th Ministerial Meeting of Six Economic Working Groups Indonesia-Singapore (MM 6WG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6).
Pertemuan dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Deputy Prime Minister (DPM) sekaligus Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong.
Dalam forum tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di enam sektor utama, yakni Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), investasi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, serta agribisnis.
Airlangga mengatakan Indonesia dan Singapura merupakan mitra strategis dengan hubungan ekonomi yang saling melengkapi di tengah tantangan global.
“Indonesia dan Singapura adalah mitra strategis yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling menguntungkan dengan kekuatan ekonomi masing-masing yang saling melengkapi,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Dalam sektor BBK, realisasi investasi tercatat meningkat dari US$4,61 miliar pada 2024 menjadi US$5,71 miliar pada 2025. Pemerintah juga menyebut perluasan kawasan Batam Free Trade Zone dari delapan menjadi 22 pulau resmi berlaku.
Selain itu, Nongsa Digital Park terus berkembang sebagai pusat digital regional dengan beroperasinya sejumlah pusat data serta pembangunan koneksi kabel bawah laut ke Singapura yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Pada sektor investasi, Kendal Industrial Park disebut telah mencapai kapasitas penuh dan memasuki tahap ekspansi. Kedua negara juga memperkuat kolaborasi energi hijau melalui pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya berskala besar di Sulawesi Tengah.
Di bidang ketenagakerjaan dan pengembangan SDM, Indonesia dan Singapura memperkuat program Tech:X dan Youth Mobility Programme untuk meningkatkan konektivitas talenta digital kedua negara.
Sementara itu, konektivitas transportasi udara turut diperluas melalui pembukaan rute baru maskapai Scoot menuju Belitung dan Pontianak. Pemerintah juga menjajaki kerja sama lebih erat antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines melalui skema bilateral Air Service Agreement.
Pada sektor pariwisata, mobilitas masyarakat kedua negara terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 2,44 juta warga Indonesia tercatat berkunjung ke Singapura, sementara 1,5 juta warga Singapura berkunjung ke Indonesia.
Kedua negara juga mendorong pengembangan wisata kapal pesiar, destination twinning di sekitar Labuan Bajo, serta kolaborasi Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).
Gan Kim Yong mengatakan kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Singapura saat ini semakin kuat dan bergerak ke arah positif.
Saya senang menyampaikan bahwa kondisi kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura semakin kuat dan yang terpenting, semakin menuju ke arah yang tepat,” ujarnya.
Secara statistik, Singapura masih menjadi mitra dagang terbesar ketiga Indonesia pada akhir 2025 dengan total perdagangan mencapai US$32,8 miliar. Nilai tersebut tumbuh 3,9 persen dalam lima tahun terakhir.
Di bidang investasi, Singapura juga tetap menjadi investor asing terbesar di Indonesia dengan total investasi mencapai US$17,4 miliar sepanjang 2025.
Pemerintah mencatat total investasi Singapura di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai US$75,5 miliar dan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820 ribu lapangan kerja.
Pada akhir pertemuan, kedua negara menandatangani Joint Report to Leaders on the Six Bilateral Economic Working Groups yang akan menjadi laporan capaian kerja sama dalam Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura 2026 mendatang.
Selain itu, kedua pihak juga menyaksikan penandatanganan Terms of References untuk studi sektor teknologi BBK dalam Working Group on BBK and Other Special Economic Zones (SEZs).
Di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya perhatian terhadap ketahanan rantai pasok, Indonesia dan Singapura juga sepakat memperkuat kolaborasi pengembangan rantai pasok industri serta ekonomi digital, termasuk penguatan sinergi Singapura-Johor-Riau sebagai pusat data regional.




































