Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wawancara dengan Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia, Heru Kurniawan. (Dok-Istimewa)

Foto: Wawancara dengan Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia, Heru Kurniawan. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Kebersihan telah menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas layanan di industri hospitality. Bagi sektor perhotelan, restoran, hingga berbagai fasilitas layanan publik, kebersihan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas operasional semata, melainkan menjadi bagian dari strategi bisnis yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, citra perusahaan, serta keberlanjutan nilai aset properti.

Menjawab kebutuhan tersebut, Karcher Indonesia memperkenalkan metode PDIR (Preventive, Daily, Interim, and Restorative) dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026). Konsep ini merupakan sistem pembersihan profesional yang dirancang untuk membantu pelaku industri hospitality menerapkan proses kebersihan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Metode PDIR dikembangkan sebagai pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa lingkungan yang bersih, tetapi juga menekankan pentingnya perencanaan, konsistensi, serta penggunaan teknologi dan peralatan yang sesuai dengan karakteristik setiap area.

Menurut Karcher, sistem tersebut terdiri atas empat tahapan utama, yakni Preventive (Pencegahan), Daily (Harian), Interim (Berkala), dan Restorative (Pemulihan). Keempat tahapan tersebut saling melengkapi sehingga mampu mengoptimalkan proses pemeliharaan gedung sekaligus menekan biaya operasional dalam jangka panjang.

Tahap pertama adalah Preventive, yaitu pembersihan yang difokuskan pada area luar bangunan sebelum kotoran masuk ke dalam fasilitas. Area seperti trotoar, jalan menuju pintu masuk, area parkir, teras, balkon, akses barang, hingga area publik di sekitar restoran dan bar menjadi prioritas utama.

Pendekatan ini dinilai sangat penting karena sebagian besar debu dan kotoran berasal dari luar bangunan. Dengan menjaga kebersihan area tersebut secara optimal, jumlah kotoran yang terbawa ke dalam gedung dapat berkurang hingga sekitar dua pertiga. Dampaknya, beban pekerjaan pembersihan di area dalam seperti lobi, koridor, tangga, maupun kamar tamu menjadi jauh lebih ringan.

Selain meningkatkan efisiensi, pembersihan preventif juga membutuhkan waktu dan tenaga yang relatif lebih sedikit dibandingkan proses pembersihan di dalam ruangan. Oleh karena itu, metode ini dianggap memberikan kontribusi besar terhadap efektivitas seluruh sistem pemeliharaan fasilitas.

Tahapan berikutnya adalah Daily, yaitu pembersihan harian yang menjadi rutinitas utama dalam menjaga standar kebersihan fasilitas. Aktivitas ini mencakup pemeliharaan area publik maupun ruang privat agar selalu berada dalam kondisi bersih, nyaman, dan higienis bagi tamu maupun karyawan.

Pembersihan harian juga berfungsi mencegah kotoran menempel terlalu lama pada berbagai permukaan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen. Dengan demikian, usia pakai lantai, furnitur, maupun berbagai elemen interior dapat dipertahankan lebih lama sehingga mengurangi biaya perawatan maupun penggantian aset.

Selanjutnya adalah Interim, yakni pembersihan berkala yang dilakukan sebagai bentuk perawatan tambahan di antara rutinitas harian dan pembersihan menyeluruh. Tahap ini bertujuan menjaga kualitas kebersihan sekaligus mengurangi kebutuhan terhadap proses pembersihan besar yang memerlukan waktu lebih lama.

Melalui pembersihan berkala, kondisi berbagai permukaan tetap terawat sehingga pekerjaan harian menjadi lebih ringan dan efisien. Dalam praktiknya, metode ini membantu operator fasilitas menghemat penggunaan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.

Tahap terakhir adalah Restorative, yaitu pembersihan menyeluruh yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi lantai maupun berbagai material bangunan sedekat mungkin dengan kondisi awal. Tahapan ini biasanya diterapkan pada pelapis lantai yang telah mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan dalam jangka panjang.

Pembersihan restoratif membutuhkan waktu, material, serta tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan tiga tahapan sebelumnya. Namun, apabila sistem Preventive, Daily, dan Interim diterapkan secara konsisten, frekuensi pelaksanaan pembersihan restoratif dapat dikurangi sehingga biaya operasional tetap terkendali.

Selain itu, metode restoratif juga harus disesuaikan dengan karakteristik material yang digunakan pada bangunan, baik untuk lantai, furnitur, maupun elemen interior lainnya agar proses pemulihan berlangsung optimal tanpa merusak permukaan.

Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia, Heru Kurniawan, menjelaskan bahwa penerapan sistem pembersihan yang terstruktur mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kualitas pelayanan.

Menurutnya, Karcher Indonesia tidak hanya menyediakan mesin pembersih, tetapi juga siap menjadi mitra konsultasi bagi pemilik hotel, pengelola gedung, maupun operator housekeeping dalam menentukan metode serta peralatan pembersihan yang paling efektif sesuai kebutuhan operasional masing-masing.

“Tim Karcher Indonesia bisa menjadi rekan para pemilik bisnis hotel ataupun operator housekeeper, sebagai konsultan untuk dapat menentukan atau mereview alat dan metode pembersihan yang efektif,” ujar Heru Kurniawan.

Ia menambahkan, penerapan metode PDIR secara konsisten mampu menghasilkan penghematan dari sisi penggunaan waktu, material pembersih, hingga alokasi sumber daya manusia. Pada saat yang sama, kondisi bangunan tetap terpelihara sehingga nilai aset properti dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Di tengah meningkatnya tuntutan pelanggan terhadap standar kebersihan pascapandemi serta semakin ketatnya persaingan di industri hospitality, sistem pembersihan yang terencana dinilai menjadi salah satu investasi penting bagi pelaku usaha. Selain meningkatkan kenyamanan tamu dan kualitas layanan, strategi tersebut juga mendukung efisiensi operasional serta keberlanjutan bisnis.

Melalui kehadirannya di FHI 2026, Karcher menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi kebersihan profesional yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga pendekatan manajemen pembersihan yang sistematis.

Dengan mengintegrasikan empat tahapan PDIR secara berkesinambungan, pelaku industri hospitality diharapkan mampu menjaga standar kebersihan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mengoptimalkan nilai aset bangunan secara berkelanjutan.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Pratikno: Gernas RANA Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Airlangga dan Fujian Percepat Proyek TCTP, Bidik Investasi Rp37,1 Triliun
Antusiasme Pengunjung FHI 2026 Tinggi, Wismilak Angkat Cerutu Premium Indonesia ke Panggung Hospitality Internasional
Airlangga Dorong Industri Dalam Negeri Kuasai Proyek Energi, Percepat Hilirisasi dan Swasembada
Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren
Pembangunan Puskesmas Pancoran Mas Baru Jangan Membuat Warga RW.002 Makin Menderita
Kementerian UMKM Rangkul Pengemudi Ojol sebagai Pengusaha Mikro Lewat Nobar Piala Dunia 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:03 WIB

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12 WIB

Pratikno: Gernas RANA Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Antusiasme Pengunjung FHI 2026 Tinggi, Wismilak Angkat Cerutu Premium Indonesia ke Panggung Hospitality Internasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:23 WIB

Airlangga Dorong Industri Dalam Negeri Kuasai Proyek Energi, Percepat Hilirisasi dan Swasembada

Senin, 20 Juli 2026 - 12:13 WIB

Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah pria bersenjata berdiri di tepi Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sementara dua warga sipil dengan wajah disamarkan terlihat duduk di depan mereka.

TNI & POLRI

Tiga Warga Sipil Tewas dalam Aksi Kekerasan di Yahukimo

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:57 WIB