GUNUNGKIDUL – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) memperkuat kemitraan dengan peternak rakyat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui kerja sama budidaya ayam broiler bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER).
Kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian kolaborasi yang mencakup penyediaan Days Old Chick (DOC), pendampingan teknis, hingga dukungan terhadap pemasaran hasil produksi peternak.
Direktur JAPFA Rachmat Indrajaya mengatakan kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas dukungan kepada peternak rakyat. Menurut dia, peternak tidak hanya mendapatkan akses terhadap sarana produksi, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
“Di sisi hilir, JAPFA juga menyerap hasil produksi peternak melalui fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang kami miliki,” kata Rachmat dalam kegiatan tersebut, Jumat (4/9/2026).
Rachmat menyebut kerja sama JAPFA dan Koperasi LPER telah mencapai tonggak produksi sebesar satu juta ekor broiler.
Rachmat menilai capaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pola kemitraan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pasokan protein hewani.
Dalam skema kerja sama, peternak memiliki tanggung jawab terhadap infrastruktur kandang dan tenaga kerja. JAPFA menyediakan DOC sesuai standar kualitas serta memberikan bimbingan teknis budidaya.
Sementara itu, Koperasi LPER bertindak sebagai koordinator komunitas peternak sekaligus mendorong proses hilirisasi hasil peternakan melalui kerja sama usaha.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai keterlibatan perusahaan, koperasi, dan peternak dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Menjadikan peternak rakyat sebagai penyedia pangan yang tangguh adalah kunci. Dengan adanya bimbingan teknis dan akses pasar, kami berharap para peternak di Gunungkidul dapat memiliki usaha yang lebih stabil dan skala yang terus bertumbuh,” ujarnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan pemerintah mendorong pola kemitraan yang dapat membuat industri dan peternak rakyat berkembang secara beriringan.
Menurutnya, akses terhadap sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas peternak.
Rachmat menyebut kerja sama tersebut juga sejalan dengan implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.
“Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan usaha menjadi lebih kuat,” kata Agung.
Ketua Koperasi LPER H. Mulyadi Atma berharap kemitraan tersebut tidak berhenti di Gunungkidul, tetapi dapat dikembangkan ke wilayah lain yang menjadi bagian dari jaringan LPER.
LPER saat ini memiliki anggota yang tersebar di 17 provinsi. Mulyadi berharap pola kerja sama dengan JAPFA dapat direplikasi di wilayah tersebut dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dan keberlanjutan usaha.
Selain peningkatan produksi, kemitraan juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui skema insentif berbasis kinerja.
JAPFA dan Koperasi LPER berharap mekanisme tersebut dapat mendorong peternak meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus menciptakan pola usaha yang transparan dan berkelanjutan.
Rachmat mengatakan penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadikan peternak rakyat sebagai mitra strategis dalam penyediaan pangan nasional.
“Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan dan menjadikan peternak rakyat sebagai rekanan pangan yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
(Helmi AR)




































