JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, pada 1 September 2026.
Berdasarkan data per Jumat (4/9) pagi, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, 312 siswa telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sedangkan 120 siswa masih dalam tahap observasi.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan pihaknya terus memantau kondisi siswa yang terdampak dan memastikan mereka memperoleh penanganan kesehatan sesuai kebutuhan.
“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ketut.
BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap siswa berlangsung secara menyeluruh.
Ketut menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak serta keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama menjalani perawatan.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” katanya.
Di sisi lain, proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab insiden secara menyeluruh.
BGN menegaskan penanganan siswa terdampak tetap menjadi perhatian utama sembari investigasi dilakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.
“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.
BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius hingga tuntas. Penguatan pengawasan juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat.




































