JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menangkap peluang penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs yang diproyeksikan mencapai 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru dalam 5-10 tahun ke depan.
Penyiapan kompetensi tersebut mencakup keterampilan siap kerja, kurikulum, instruktur, fasilitas pelatihan, sertifikasi, hingga rekognisi kompetensi tenaga kerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan green jobs akan menjadi salah satu peluang besar dalam dunia kerja ke depan. Karena itu, peta jalan green jobs perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret.
“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia tapi semua negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini,” ujar Yassierli saat menghadiri Indonesia’s Green Jobs Conference 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Menurut Yassierli, Kemnaker memiliki peran penting dalam menyiapkan ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja agar mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi hijau.
“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” katanya.
Ia menilai pengembangan green jobs membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena transformasi menuju ekonomi hijau akan berdampak pada kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Yassierli menegaskan peluang penciptaan lapangan kerja hijau harus dipersiapkan sejak awal. Hal itu sejalan dengan semangat transisi energi yang inklusif sehingga perubahan menuju ekonomi hijau dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkasnya.




































