Pemerintah Luncurkan PLTS 100 GWp, Potensi Hemat APBN Rp73,9 Triliun per Tahun

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

JAKARTA –  Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Program yang dipadukan dengan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan potensi energi surya dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp berpotensi memberikan penghematan signifikan bagi negara, terutama melalui pengurangan penggunaan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

“Ini mampu menghemat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita dari subsidi solar. Dan rata-rata kita targetkan total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 GW yang memakai solar,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pembangkit listrik berbahan bakar solar dengan kapasitas sekitar 12,6 GW tersebut membutuhkan minyak dalam jumlah besar. Jika program PLTS 100 GWp dapat direalisasikan, ketergantungan terhadap impor BBM, khususnya solar, diharapkan ikut menurun.

“Kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM khususnya dari solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional,” katanya.
Bahlil menyebut Program PLTS 100 GWp yang dilengkapi BESS berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun dibandingkan pembangkit berbahan bakar gas dan diesel.

Selain menghemat anggaran negara, program tersebut diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan akses dan ketahanan energi, serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

“Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Bahlil.

Tekan Emisi hingga 140 Juta Ton CO₂
Pengembangan energi surya dalam skala besar juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Program PLTS 100 GWp berpotensi mengurangi emisi hingga 140,16 juta ton CO₂ per tahun. Selain itu, program tersebut diperkirakan membuka potensi pasar karbon dengan nilai mencapai Rp6,31 triliun.

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Pengembangan tahap awal itu diperkirakan mampu menghemat penggunaan BBM hingga 319.998 kiloliter per tahun serta mengurangi penggunaan gas alam sebesar 35,66 ribu MMSCF per tahun atau setara dengan 36.980 BBTU.

Dari sisi fiskal, proyek tahap awal tersebut berpotensi memberikan penghematan APBN hingga Rp4,6 triliun per tahun untuk biaya listrik.

PLN Dorong Transformasi Sistem Kelistrikan
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan PLTS berskala besar menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia.

“Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia,” ujar Darmawan.

Menurutnya, peningkatan pemanfaatan energi surya dapat mengurangi ketergantungan pembangkit terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi.

“Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah,” katanya.

Darmawan mengatakan penggunaan BESS menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kelistrikan nasional. Teknologi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten atau tidak tersedia secara konstan untuk diintegrasikan secara lebih optimal ke dalam sistem kelistrikan.

Dengan demikian, pemanfaatan energi domestik dan energi terbarukan dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan keandalan sistem listrik nasional.

Proyeksi 5,5 Juta Lapangan Kerja
Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

Secara keseluruhan, program tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja, yang terdiri dari 3,465 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan 2,053 juta lapangan kerja di sektor manufaktur.

“Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” kata Darmawan.

Ia berharap program tersebut tidak hanya mempercepat transisi energi bersih, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

PT PLN (Persero) sebagai BUMN kelistrikan menyatakan terus berkomitmen melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Komitmen tersebut dijalankan melalui agenda Transformasi 2.0, termasuk penguatan pertumbuhan usaha, digitalisasi secara end to end, transisi energi untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE), serta pengembangan sumber daya manusia berkelas dunia.

Berita Terkait

Polri Kerahkan 322 Personel ke Empat Provinsi, Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat
Wacana Pilpres 2029 Bergulir, Tubagus Bahrudin Diusung dalam Narasi Indonesia Adil dan Makmur
Gabungan Petani Nusantara Indonesia Deklarasikan Dukungan kepada Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Hadapi Abu Vulkanik, Habib Syakur Ajak Masyarakat Perkuat Doa, Ikhtiar dan Istisqa
Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan
Ribuan Pedagang Kaki Lima Deklarasikan Dukungan untuk Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029
Wamen UMKM Ungkap 3 Kunci agar Produk Lokal Tembus Pasar Global
DPR Minta Pemerintah Utamakan Pencegahan dalam Penanganan Karhutla
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:41 WIB

Pemerintah Luncurkan PLTS 100 GWp, Potensi Hemat APBN Rp73,9 Triliun per Tahun

Senin, 7 September 2026 - 14:50 WIB

Polri Kerahkan 322 Personel ke Empat Provinsi, Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 13:34 WIB

Wacana Pilpres 2029 Bergulir, Tubagus Bahrudin Diusung dalam Narasi Indonesia Adil dan Makmur

Senin, 7 September 2026 - 12:22 WIB

Gabungan Petani Nusantara Indonesia Deklarasikan Dukungan kepada Tubagus Bahrudin Menuju Pilpres 2029

Senin, 7 September 2026 - 11:51 WIB

Hadapi Abu Vulkanik, Habib Syakur Ajak Masyarakat Perkuat Doa, Ikhtiar dan Istisqa

Berita Terbaru