Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur nasional tidak dapat dipisahkan dari penguatan kompetensi tenaga kerja serta peran strategis para insinyur.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam acara Penyerahan Penghargaan AFEO Honorary Fellow kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor yang diselenggarakan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, Rabu (21/1).
AHY menyebut penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas kontribusi dalam pengembangan ekosistem keteknikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan teknokratis yang matang serta dukungan tenaga kerja terampil dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Pembangunan infrastruktur adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan transformasi pembangunan nasional. Namun tanpa SDM yang kompeten, profesional, dan berstandar global, pembangunan tersebut tidak akan berjalan optimal,” ujar AHY.
Ia menekankan penguatan standar kompetensi, sertifikasi profesi, serta etika kerja menjadi prasyarat utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur nasional.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor atas penganugerahan AFEO Honorary Fellow. Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan kepercayaan komunitas teknik regional terhadap kepemimpinan dan kiprah Afriansyah di sektor ketenagakerjaan.
Selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor atas penganugerahan AFEO Honorary Fellow ini,” kata AHY.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan penghargaan tersebut sejalan dengan agenda Kementerian Ketenagakerjaan dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing.
Kementerian Ketenagakerjaan menjadi a nice place to grow. Semangat kami memastikan seluruh insan Kemnaker mendapatkan akses, kesempatan, dan dukungan untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Yassierli.
AHY menambahkan pembangunan sumber daya manusia berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan arahan Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Ketenagakerjaan, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, perwakilan AFEO, pimpinan lembaga sertifikasi profesi, serta akademisi. AHY hadir didampingi Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina.




































