BANDAR LAMPUNG – Kecelakaan lalu lintas tunggal yang menewaskan anggota Samapta Polresta Bandar Lampung, Bripda Helmi Apriansyah, terjadi di Jalan Pagar Alam, tepatnya di depan Gaharu Car Wash, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Minggu (4/1/2026) sekira pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi perhatian masyarakat terkait keselamatan berkendara.
Dirangkum berbagai sumber, berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan Toyota Innova hitam bernomor polisi BE 1281 TP yang dikemudikan korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Mall Bumi Kedaton (MBK) menuju Kemiling. Di dalam mobil tersebut terdapat empat orang, termasuk Bripda Helmi Apriansyah.
Pemilik Gaharu Car Wash, M. Wiryawan Saputra, mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, mobil terlihat melintas dengan kecepatan di atas rata-rata kendaraan lain di ruas jalan tersebut. Menurut perkiraannya, laju kendaraan mencapai sekitar 70 hingga 80 kilometer per jam.
“Mobil datang dari arah MBK menuju Kemiling. Kecepatannya cukup tinggi. Di tikungan sebelum lokasi, kendaraan diduga sudah melaju kencang,” ujar Wiryawan saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, sesaat sebelum menabrak, mobil tampak oleng dan mengambil jalur kanan. Kendaraan kemudian menghantam gazebo ruang tunggu Gaharu Car Wash serta sebuah tiang listrik di area tersebut.
“Mobil itu seperti kehilangan kendali, lalu masuk dan nyungsep ke gazebo,” katanya.
Akibat benturan keras tersebut, gazebo milik Gaharu Car Wash mengalami kerusakan parah. Struktur atap roboh dan fasilitas tidak lagi dapat digunakan. Pihak pengelola mengaku mengalami kerugian materiil akibat insiden tersebut, meski belum merinci nilai kerugian secara pasti.
Sementara itu, dari pihak keluarga, duka mendalam menyelimuti kepergian Bripda Helmi Apriansyah. Sandri, paman korban, mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan berbakti kepada keluarga. Ia mengaku terkejut saat menerima kabar kecelakaan yang terjadi pada waktu subuh.
“Kami sekeluarga sangat kaget. Informasi yang kami terima, keponakan saya mengalami kecelakaan lalu lintas dan sempat dibawa ke rumah sakit,” ujar Sandri saat ditemui di TPU Alamulhuda, Jalan Sukardi Hamdani, Kelurahan Segala Mider, Bandar Lampung, Minggu siang.
Menurut Sandri, orang tua korban, Idar dan Herlina, terpukul atas musibah yang menimpa putra mereka. Kepergian Bripda Helmi tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga inti, tetapi juga bagi kerabat serta rekan-rekan seangkatannya di kepolisian.
“Kami mohon doa dari semua pihak agar almarhum dilapangkan kuburnya dan diberikan husnul khotimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ucapnya.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan jenazah hingga pelaksanaan upacara pemakaman. Selain itu, Sandri turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.
“Jika ada kesalahan atau urusan yang belum terselesaikan, termasuk utang-piutang, kami mohon agar dapat menghubungi keluarga,” tutupnya.
Hingga berita ini disiarkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan faktor-faktor lain yang turut memengaruhi peristiwa tersebut.
Aparat mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi batas kecepatan, khususnya saat berkendara pada dini hari.
Reporter: Matyadi
Editor: Fahmy Nurdin




































