JAKARTA — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Rabu malam hingga Kamis (29/1) dini hari menyebabkan genangan air di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Genangan terpantau terjadi di titik jalan dengan kontur lebih rendah dibandingkan kawasan sekitarnya.
“wali kota jakarta pusat turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan genangan berjalan optimal. Dalam peninjauan tersebut, Arifin didampingi Camat Cempaka Putih Igan Muhammad Faisal serta jajaran terkait dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Arifin menyebut, genangan di kawasan tersebut merupakan dampak dari curah hujan ekstrem yang berlangsung cukup lama, diperparah kondisi topografi jalan yang rendah sehingga aliran air tidak dapat mengalir secara alami.
“Setiap hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, ruas Jalan Letjen Suprapto memang berpotensi tergenang karena posisi jalan lebih rendah,” kata Arifin di lokasi.
Untuk mempercepat surutnya air, Pemkot Jakarta Pusat mengerahkan sejumlah sarana penanganan darurat. Sejumlah pompa stasioner, pompa mobile, dan pompa apung dioperasikan untuk mengalirkan air ke embung ITC Cempaka Mas. Selain itu, petugas juga melakukan pembuatan crossing aliran air guna memperlancar pembuangan genangan.
Pompa mobile dan pompa apung dari Suku Dinas Sumber Daya Air serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jakarta Pusat turut dikerahkan untuk mendukung proses penyedotan air.
Tak hanya itu, sebanyak 11 unit mobil tangki milik Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat juga dikerahkan untuk menyedot genangan dan membuangnya ke Kali Sunter.
“Mobil tangki bekerja bergantian menyedot air genangan dan membuangnya ke Kali Sunter. Saat ini, satu lajur Jalan Letjen Suprapto sudah dapat dilalui kendaraan,” ujar Arifin.
Sebagai upaya jangka menengah, Pemkot Jakarta Pusat berencana menambah satu unit pompa stasioner di embung ITC Cempaka Mas pada 2026 mendatang. Pompa tersebut ditargetkan mampu mempercepat aliran air dari embung menuju Kali Utan Kayu, sehingga penanganan genangan tidak lagi bergantung pada pompa mobile.
“Pompa stasioner ini dibangun agar pengendalian genangan bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.




































