Gubernur Pramono Anung Resmikan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak, Pemprov DKI Tata Ulang Koridor Rasuna Said

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gubernur Jakarta Pramono Anung resmikan pembongkaran tiang monorel. (Dok-tvOnenews/Syifa Aulia)

Foto: Gubernur Jakarta Pramono Anung resmikan pembongkaran tiang monorel. (Dok-tvOnenews/Syifa Aulia)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel yang selama bertahun-tahun mangkrak di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Peresmian pembongkaran tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rabu (14/1/2026), sebagai bagian dari upaya penataan infrastruktur dan wajah ibu kota.

Pembongkaran diawali di kawasan Rasuna Said yang selama ini dikenal sebagai salah satu koridor bisnis utama Jakarta. Tiang-tiang monorel yang terbengkalai dinilai mengganggu estetika kota, keselamatan pengguna jalan, serta efektivitas ruang publik. Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar secara bertahap.

Gubernur Pramono Anung menyatakan, proyek monorel yang tidak pernah beroperasi tersebut menjadi simbol kegagalan perencanaan masa lalu yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab. Menurutnya, pembongkaran ini bukan sekadar menghilangkan struktur fisik, tetapi juga menandai komitmen pemerintah untuk menata kota secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Tiang monorel ini sudah terlalu lama menjadi persoalan. Hari ini kita mengambil langkah konkret untuk menuntaskan warisan masalah tersebut dan mengembalikan fungsi ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pramono di lokasi.

Untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas, proses pembongkaran dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Setiap malam, petugas ditargetkan membongkar satu tiang monorel. Pembatasan waktu kerja tersebut dilakukan mengingat Jalan H.R. Rasuna Said merupakan jalur vital dengan tingkat kepadatan tinggi pada jam-jam sibuk.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan, metode pembongkaran telah melalui kajian teknis dan keselamatan yang ketat. Petugas menggunakan alat berat dengan pengamanan tambahan untuk mencegah risiko terhadap pengguna jalan dan bangunan di sekitarnya. Selain itu, koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan dilakukan guna memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal.

Tidak hanya berhenti pada pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan penataan menyeluruh di sepanjang koridor Jalan H.R. Rasuna Said. Penataan tersebut meliputi perbaikan badan jalan, rehabilitasi saluran drainase, pembangunan dan pelebaran jalur pedestrian yang ramah difabel, peningkatan penerangan jalan umum (PJU), serta penambahan ruang terbuka hijau berupa taman kota.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp102 miliar. Proyek penataan kawasan ini ditargetkan rampung pada tahun 2026, seiring dengan pembongkaran seluruh tiang monorel yang direncanakan selesai secara bertahap.

Pramono menegaskan, penataan Rasuna Said diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang tertib dan manusiawi. Ia juga memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan akan diawasi secara ketat agar anggaran digunakan secara efektif dan transparan.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah tiang monorel ini dibongkar, kawasan Rasuna Said tidak hanya bersih dari struktur mangkrak, tetapi juga menjadi ruang kota yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi semua,” kata Pramono.

Sejumlah warga dan pengguna jalan menyambut positif langkah tersebut. Mereka berharap pembongkaran dan penataan kawasan dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan, serta memperindah salah satu kawasan strategis di Jakarta.

Dengan dimulainya pembongkaran ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan keseriusannya dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur lama sekaligus membangun wajah baru Jakarta yang lebih tertata dan berorientasi pada kepentingan publik.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Safari Ramadan TP PKK Jakarta Timur, Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sisir 397 Lapangan Padel, Gubernur Ancam Tutup dan Bongkar yang Tak Berizin
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Koridor 13, 24 Penumpang Luka: Sopir Diduga Tertidur
Pemanggilan Eks Marketing BRI Warnai Perkembangan Kasus Dugaan Kredit Bermasalah Saung Intan PGC
BKPRMI DKI Jakarta dan BAZNAS RI Perkuat Gerakan Bersih Masjid, Sambut Ramadan dengan Spirit Kebersamaan
Alumni ’87 Bangkitkan Modal Sosial Lewat Reuni Akbar di JFS Cafe
Harmoni Imlek Nusantara Meriahkan Tahun Baru Imlek di Jantung Jakarta
Sengketa Lahan Kunciran Jaya Memanas, Ahli Waris Laporkan Dugaan Penyerobotan 2.300 Meter ke Polda Metro Jaya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:38 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sisir 397 Lapangan Padel, Gubernur Ancam Tutup dan Bongkar yang Tak Berizin

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:00 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Koridor 13, 24 Penumpang Luka: Sopir Diduga Tertidur

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:18 WIB

Pemanggilan Eks Marketing BRI Warnai Perkembangan Kasus Dugaan Kredit Bermasalah Saung Intan PGC

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:19 WIB

BKPRMI DKI Jakarta dan BAZNAS RI Perkuat Gerakan Bersih Masjid, Sambut Ramadan dengan Spirit Kebersamaan

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:20 WIB

Alumni ’87 Bangkitkan Modal Sosial Lewat Reuni Akbar di JFS Cafe

Berita Terbaru

Foto: TGRM dan ITB Career Center Bahas Income Ideal untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate

Bisnis Ekonomi

Jelang Dunia Kerja, Mahasiswa ITB Didorong Hitung Angka Income Ideal

Selasa, 3 Mar 2026 - 18:52 WIB