Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi kegiatan jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan empat pelaku usaha Indonesia dengan perwakilan kedutaan besar dari enam negara mitra, Kamis (15/1).
Enam negara mitra tersebut yakni Yordania, Nigeria, Pakistan, Amerika Serikat, Sudan, dan Iran. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar ekspor produk Indonesia ke berbagai negara tujuan.
Jejaring bisnis tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag dan berlangsung di Ruang Permanent Trade Exhibition (PTE), Kemendag, Jakarta.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung daya saing pelaku usaha nasional di pasar global.
Melalui penyelenggaraan jejaring bisnis ini, Kemendag terus mendampingi dan memfasilitasi pelaku usaha nasional agar mampu bersaing di pasar global serta meningkatkan kontribusi ekspor Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Fajarini dalam keterangan terpisah, Jumat (17/1).
Empat perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yakni PT Herisa Dwi Sejahtera, Moonbizt Oathentic.id, PT Victoria Care Indonesia Tbk, dan PT Mula Dravya Nusantara. Keempatnya memaparkan potensi produk unggulan yang telah memenuhi standar internasional.
PT Herisa Dwi Sejahtera memperkenalkan produk turunan kelapa premium seperti briket dan kelapa parut kering (desiccated coconut) yang telah menembus pasar Eropa dan Timur Tengah. Moonbizt Oathentic.id mempresentasikan produk makanan sehat berbasis nabati yang dikembangkan bersama petani lokal di Bandung dan Bali.
Sementara itu, PT Victoria Care Indonesia Tbk memaparkan produk perawatan diri melalui merek Herborist dan Miranda yang telah diekspor ke berbagai negara di Asia. Adapun PT Mula Dravya Nusantara mempromosikan biji kopi Arabika dan Robusta pilihan yang bersumber langsung dari petani di Lampung dan Jawa Barat.
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, membuka sekaligus memoderatori kegiatan tersebut. Ia menyebut jejaring bisnis menjadi forum strategis untuk memperkuat konektivitas antara pelaku usaha Indonesia dan pasar global.
Melalui forum ini, eksportir Indonesia dapat mempresentasikan produk unggulannya secara langsung sekaligus memperoleh masukan mengenai karakteristik dan regulasi pasar negara tujuan,” ujar Bayu.
Ia menambahkan, diskusi menghasilkan sejumlah masukan strategis dari perwakilan negara mitra, terutama terkait peluang ekspansi ke pasar Afrika, Amerika, dan Timur Tengah. Para diplomat juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi teknis produk, khususnya untuk sektor makanan dan minuman di pasar Yordania.
Selain itu, pelaku usaha didorong untuk menjalin komunikasi aktif dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) guna memperkuat kerja sama bisnis internasional serta mengembangkan variasi produk agar lebih mudah diterima pasar global.
Perwakilan Moonbizt Oathentic.id, Ivan, mengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag dan Inaexport. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang jejaring ekspor yang lebih luas.
“Kami bersyukur dapat membangun jejaring dengan perwakilan berbagai negara, mulai dari Amerika hingga Afrika. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang ekspor yang lebih besar,” kata Ivan.
Hal senada disampaikan perwakilan PT Victoria Care Indonesia Tbk, Laurentia. Ia menilai forum jejaring bisnis memberikan kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada mitra internasional.
Terima kasih kepada Kemendag atas kesempatan untuk mempresentasikan produk kami dan menjajaki peluang kerja sama dengan mitra internasional,” ujarnya




































