Washington D.C., — Indonesia dan Amerika Serikat menandai babak baru hubungan ekonomi bilateral melalui US–Indonesia Business Forum 2026 yang menghasilkan total komitmen perdagangan dan investasi senilai USD38,4 miliar. Forum yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., itu menjadi bagian strategis dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
Forum bisnis tersebut berlangsung dalam rangka The Inaugural Meeting of Board of Peace (BOP) sekaligus penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat bersama Presiden AS Donald Trump.
Dalam sesi roundtable bersama pimpinan perusahaan dan asosiasi usaha Amerika Serikat, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.
Bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis produksi dan mitra strategis di Asia Tenggara. Skala kami signifikan, demografi kami kuat, dan komitmen kami terhadap keterbukaan sangat kuat,” ujar Prabowo.
Forum ini diinisiasi oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan U.S.-Indonesia Society, serta mempertemukan para CEO perusahaan utama AS dengan delegasi strategis Indonesia guna mengunci komitmen konkret dan terukur.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa capaian forum ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha Amerika Serikat terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Indonesia Amankan Pasokan Strategis
Di sektor pertanian, Indonesia berhasil mengamankan komitmen perdagangan jangka menengah hingga panjang senilai USD4,5 miliar. Komitmen tersebut dinilai penting untuk menjamin pasokan bahan baku strategis bagi industri pangan, pakan ternak, dan tekstil nasional, sekaligus memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan domestik.
Langkah ini disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri hilir nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang kredibel bagi Amerika Serikat.
Lompatan Industri dan Teknologi Tinggi
Sementara di sektor industri, komitmen kerja sama mencakup penguatan kemitraan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan US-ASEAN Business Council, pengembangan ekosistem semikonduktor, industri daur ulang tekstil (shredded worn clothing), serta pengembangan kawasan industri berbasis teknologi hijau dan inisiatif kawasan perdagangan bebas transnasional.
Kerja sama di sektor semikonduktor dinilai menjadi tonggak strategis karena menempatkan Indonesia dalam peta rantai pasok teknologi global, termasuk rencana pembangunan fasilitas wafer dan pengembangan ekosistem industri terintegrasi. Kolaborasi ini mempercepat transformasi Indonesia dari pasar konsumsi menjadi basis produksi berteknologi tinggi dan bernilai tambah.
Selain itu, kerja sama tersebut juga memperluas akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia, memperkuat daya saing industri padat karya, serta meningkatkan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global Amerika Serikat.
Total Komitmen USD38,4 Miliar
Secara keseluruhan, Forum Bisnis RI-AS 2026 menghasilkan komitmen sebesar USD38,4 miliar, terdiri atas USD4,5 miliar di sektor pertanian dan sekitar USD33,9 miliar di sektor industri. Nilai tersebut mencerminkan kedalaman kemitraan ekonomi kedua negara yang semakin strategis, setara, dan berorientasi jangka panjang.
Airlangga menegaskan, melalui skema reciprocal trade, Indonesia tidak hanya membuka pasar, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi yang nyata dan strategis bagi perekonomian nasional.
Indonesia mendapatkan kepastian akses pasar, jaminan pasokan bahan baku strategis, serta investasi teknologi tinggi. Di saat yang sama, Amerika Serikat memperoleh mitra produksi dan pasar yang stabil, kompetitif, dan semakin indispensable dalam rantai pasok global,” kata Airlangga.
Ke depan, pemerintah berharap komitmen investasi dan perdagangan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas, mempercepat transformasi industri, serta menciptakan lapangan kerja yang berdaya saing dan berkelanjutan.




































