Jakarta — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital bagi perempuan pengusaha di Tanah Air. Organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun itu menilai literasi digital menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha perempuan saat ini.
Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan transformasi dari sistem konvensional menuju digitalisasi menjadi agenda prioritas organisasi ke depan.
“Kendala hari ini adalah transformasi digital. Perempuan harus melek digital dan beralih dari sistem konvensional ke digitalisasi,” ujar Nita dalam peringatan hari ulang tahun IWAPI yang digelar secara hybrid dan diikuti perwakilan provinsi, kabupaten, serta kota se-Indonesia.
IWAPI menaungi beragam sektor usaha, mulai dari fesyen, kuliner, kontraktor, aksesori, hingga peralatan berat. Organisasi tersebut juga aktif membangun jejaring antaranggota agar dapat saling menjadi supplier dan memperluas pasar.
Target Lahirkan Pengusaha Perempuan Baru
Pada 2025, IWAPI mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Indonesia. Awalnya, kegiatan itu ditargetkan menjangkau 50 wilayah, namun tingginya partisipasi membuat cakupan meluas menjadi 388 wilayah dengan total sekitar 68 ribu paket.
Memasuki 2026, IWAPI menargetkan peningkatan jumlah perempuan yang bertransformasi dari non-pengusaha menjadi pengusaha.
Menurut Nita, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Karena itu, IWAPI ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target Indonesia Emas 2045 dan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
IWAPI Digital dan Marketplace Nasional
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, IWAPI telah meluncurkan IWAPI Digital. Platform itu memuat informasi organisasi, marketplace bernama Mata IWAPI yang mempertemukan pelaku usaha dari Aceh hingga Papua, serta Akademi IWAPI yang menyediakan pembelajaran daring gratis.
IWAPI Digital ini untuk membantu perempuan naik kelas, khususnya UMKM di bawah bendera IWAPI,” ujarnya.
Selain penguatan ekonomi, IWAPI juga membuka Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi anggota yang menghadapi persoalan hukum maupun kekerasan. Organisasi tersebut bekerja sama dengan Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk melalui layanan SAPA 129.
Kalau ada yang mengalami kekerasan atau kebingungan mencari bantuan, bisa menghubungi SAPA 129,” kata Nita.
Mitra Strategis Pemerintah dan Jejaring Global
Dalam peringatan HUT IWAPI, Menteri UMKM Maman Abdurrahman turut hadir membuka acara. Perwakilan Kementerian Investasi/BKPM serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga hadir sebagai mitra strategis.
Di tingkat internasional, IWAPI dipercaya menjadi focal point ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) untuk Indonesia. Selain itu, sejak Indonesia bergabung dengan BRICS, IWAPI juga ditunjuk menjadi focal point jejaring perempuan pengusaha BRICS.
Pada Mei lalu, IWAPI mengirim 40 pengusaha perempuan ke Moskow untuk mengikuti forum bisnis dan memaparkan potensi kolaborasi Indonesia di tingkat global.
Kami ingin perempuan pengusaha Indonesia bisa berkolaborasi dan mendunia,” ujar Nita.
IWAPI berharap momentum ulang tahun ke-51 menjadi penguat semangat perempuan Indonesia untuk terus bergerak, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.




































