Jakarta — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong penguatan kerja sama budaya antara Indonesia dan Yaman sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat menggelar dialog dengan Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (21/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman memiliki dasar sejarah yang panjang dan kuat, sehingga kerja sama kebudayaan perlu terus diperluas melalui program yang konkret dan berkelanjutan.
“Hubungan Indonesia dan Yaman sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak abad ke-7. Hingga saat ini, banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman, dan ini menjadi jembatan penting dalam hubungan kedua negara,” ujar Fadli Zon.
Ia menyebutkan, hingga kini belum terdapat perjanjian kerja sama khusus di bidang kebudayaan antara kedua negara. Kondisi tersebut, menurutnya, justru membuka peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih terstruktur, terutama dengan menggali kesamaan akar budaya.
Kerja sama kebudayaan, lanjut Fadli, dapat difokuskan pada pengembangan bidang-bidang yang memiliki kemiripan, seperti seni henna, seni ukir, kerajinan gerabah, anyaman bambu dan rotan, pemanfaatan pohon kurma, hingga seni kaligrafi.
Menbud juga menilai berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan melalui program bersama, termasuk kemungkinan pengajuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO.
Sementara itu, Dubes Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman telah terjalin sejak ratusan tahun lalu, terutama melalui migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara dan peran mereka dalam penyebaran Islam.
Leluhur kami datang ke Nusantara tidak hanya membawa agama, tetapi juga berperan besar dalam membangun peradaban dan tatanan sosial. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat hubungan kedua negara,” ujar Salem Ahmed.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 7.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Yaman, dengan jumlah yang terus meningkat. Menurutnya, keberadaan para mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Selain kerja sama kebudayaan, Salem Ahmed menekankan pentingnya mengaktifkan kembali komite bersama Indonesia–Yaman serta memperkuat berbagai perjanjian di bidang perdagangan, ekonomi, dan investasi yang telah disepakati. Untuk itu, Yaman mendorong rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Yaman ke Indonesia guna mempererat kerja sama bilateral secara menyeluruh.




































