Kemenbud dan Kemenag Sepakat Angkat Musik Religi Anak Bangsa di Ruang Publik

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Agama sepakat memberi ruang lebih luas bagi musisi religi lokal agar karya mereka dapat terdengar di ruang publik. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan strategis antara Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo dan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (9/12).

Giring menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai spiritual melalui musik religi karya anak bangsa, sekaligus menyoroti keresahan ekosistem musik terkait pemisahan antara karya cipta dan nilai ibadah.

“Kementerian Kebudayaan dan tim kerja mengajukan inisiatif untuk menghimpun berbagai asosiasi, termasuk pengelola pusat perbelanjaan dan kafe, agar pada momentum perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Ramadan, ruang publik dapat memutar musik religi karya musisi Indonesia,” ujar Giring.

Ia menambahkan, “Ibadah dan karya merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan mengajak Kementerian Agama mendukung agenda pemutaran musik religi karya anak bangsa di ruang publik, sebagai bentuk penguatan ekosistem musik religi nasional dan pengurangan dominasi karya dari luar negeri.”

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, seni dan agama tidak dapat dipisahkan. Seni menjadi medium untuk menyuarakan dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting untuk memberi manfaat ganda: memperkenalkan karya seni sekaligus meneguhkan peran rumah ibadah dalam kehidupan masyarakat.

“Pemerintah siap memberikan dukungan maksimal, termasuk menyiapkan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk menyokong program Kementerian Kebudayaan memutar lagu-lagu religi karya anak bangsa di ruang publik. Ini demi mendorong kebangkitan dan keberlanjutan seni religi di Indonesia,” kata Menag.

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan pelaku dan komunitas musik religi, antara lain Chrischof Lawalata (Worship Nite Project), Abdul Aziz dan Oktavia (Tim Hadad Alwi), Theo (Angklung Udjo), Joshua Artono (IFGF Praise), Raffie dan Imelda (Tim Konferensi Musik Indonesia), serta Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar.

Sebagai tahap awal, program ini dipilotkan pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025, dengan prioritas pemutaran lagu-lagu religi Kristiani bertema Natal karya musisi lokal di ruang publik. Program ini direncanakan berkelanjutan dan akan diperluas ke perayaan keagamaan lain seperti Imlek, Ramadan, Waisak, Nyepi, serta hari besar keagamaan lainnya di Indonesia.

Berita Terkait

Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya
Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan
Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa
Ketua Umum MASL Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Bawa Pesan Pelestarian Budaya Sunda
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Tiga Pilar Sumedang Soroti Ancaman Degradasi Kedaulatan Adat
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Andy Java: Lindungi Mereka untuk Selamatkan Masa Depan
Raden Rafiq Hakim Radinal Resmi Dikukuhkan Sebagai Wawali Kerajaan Galuh Ciamis
Sambut HUT Ke-81 RI, Nusantara Centre Dorong RUU Perekonomian Nasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Ketua Umum MASL Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Bawa Pesan Pelestarian Budaya Sunda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Hari Masyarakat Adat Sedunia, Tiga Pilar Sumedang Soroti Ancaman Degradasi Kedaulatan Adat

Berita Terbaru