Jakarta — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (27/2). Pertemuan ini menekankan penguatan sinergi pengelolaan aset budaya sebagai motor peningkatan kunjungan wisata nasional.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian membahas integrasi data Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Takbenda (WBTB), penguatan ekosistem event budaya, penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern), optimalisasi promosi digital, hingga kolaborasi diplomasi budaya di tingkat internasional.
Fadli Zon menegaskan pentingnya penyelarasan program lintas kementerian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, budaya dan pariwisata memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan.
“Kolaborasi ini menjadi kunci agar potensi budaya Indonesia benar-benar memberi dampak pada peningkatan kunjungan wisatawan,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan saat ini mengelola 313 Cagar Budaya Nasional dan 2.727 WBTB, dengan tambahan 514 WBTB baru sepanjang 2025. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai daya tarik wisata budaya, sejarah, religi, maupun kuliner.
Terkait pengelolaan situs prioritas, Fadli menyebut sejumlah kawasan seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kompleks Ratu Boko, dan Candi Plaosan telah masuk dalam skema kerja sama pengelolaan bersama InJourney. Pemerintah juga tengah memperkuat kawasan Percandian Dieng dan Percandian Muara Jambi, termasuk pembangunan Candi Kedaton dan Koto Mahligai serta rencana peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti pada tahun depan.
Untuk Borobudur, Fadli menilai kapasitas kunjungan masih dapat dioptimalkan. Saat ini, kuota wisatawan yang dapat naik ke struktur utama sekitar 4.000 orang per hari.
Pemasangan chattra diharapkan menjadikan Borobudur sebagai living heritage yang memiliki makna spiritual sekaligus daya tarik global,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi destinasi sejarah dan arkeologi seperti Banda Neira dengan narasi Jalur Rempah, benteng-benteng kolonial di Maluku, hingga kawasan Leang-Leang di Sulawesi Selatan dan Leang Metanduno di Muna yang berusia sekitar 67.800 tahun. Narasi peradaban tersebut dinilai memiliki nilai jual tinggi untuk dikembangkan dalam paket perjalanan wisata terpadu.
Di bidang seni dan perfilman, Kementerian Kebudayaan disebut terus mendukung partisipasi sineas Indonesia di berbagai festival film internasional serta penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Tahun ini, Indonesia juga akan berpartisipasi dalam Venice Biennale dengan mengirimkan 14 seniman perupa sebagai bagian dari diplomasi budaya dan promosi pariwisata.
Sementara itu, Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik penguatan sinergi tersebut. Ia menegaskan Kementerian Pariwisata berfokus pada penguatan promosi dan infrastruktur destinasi, termasuk melalui platform digital Indonesia.travel yang kini dilengkapi fitur analisis tren berbasis kecerdasan buatan.
Kami membutuhkan dukungan data dan storytelling dari Kementerian Kebudayaan agar museum dan cagar budaya tampil lebih kuat di platform digital. Generasi muda mencari informasi secara daring, dan ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Widiyanti menambahkan, target peningkatan kunjungan wisata sebesar 14 persen dengan sasaran 17 juta wisatawan mancanegara memerlukan penguatan promosi berbasis pengalaman (experience-based tourism). Program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini mencakup 145 event dinilai dapat menjadi ruang integrasi event budaya agar memberikan dampak ekonomi lebih luas.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret membangun ekosistem pariwisata berbasis budaya dari hulu ke hilir. Sinergi Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata diyakini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peradaban dan kebudayaan dunia.


































