Analis: Pemerintah Alami ‘Darurat Komunikasi Publik’, Pesan Strategi Prabowo Dinilai Tak Tersampaikan

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pemerintah Indonesia saat ini tengah berada dalam fase darurat komunikasi publik. Kondisi tersebut dinilai membuat berbagai kebijakan dan pesan strategis pemerintah sulit dipahami oleh masyarakat luas.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pemerintah Indonesia saat ini tengah berada dalam fase darurat komunikasi publik. Kondisi tersebut dinilai membuat berbagai kebijakan dan pesan strategis pemerintah sulit dipahami oleh masyarakat luas.

Jakarta — Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pemerintah Indonesia saat ini tengah berada dalam fase darurat komunikasi publik. Kondisi tersebut dinilai membuat berbagai kebijakan dan pesan strategis pemerintah sulit dipahami oleh masyarakat luas.

Hendri, yang akrab disapa Hensa, mengatakan darurat komunikasi itu terlihat dari banyaknya salah tafsir publik terhadap sejumlah pernyataan pemerintah.
Salah satu contohnya adalah pernyataan mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya cukup untuk 20 hari, namun tidak disertai penjelasan lebih lanjut kepada masyarakat.

Menurut Hensa, pernyataan tersebut seharusnya dijelaskan secara lebih komprehensif karena berkaitan dengan adanya kerja sama dengan Amerika Serikat yang disebut dapat memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan BBM nasional.

Gara-gara darurat komunikasi ini, pesan-pesan dan strategi politik Pak Prabowo tidak tersampaikan dengan baik sehingga rakyat banyak salah paham,” kata Hensa kepada wartawan.

Hensa yang juga menulis buku berjudul Riah Riuh Komunikasi menilai Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan strategi politik yang oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad disebut sebagai “politik berselancar”.

Menurutnya, strategi tersebut merupakan pendekatan politik yang memungkinkan munculnya kritik bahkan hujatan dari publik sebagai bagian dari dinamika politik demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Saya memahami bahwa politik Pak Prabowo yang berselancar itu membiarkan dirinya dihujat oleh sebagian masyarakat, tapi demi menyelamatkan bangsanya, lebih menyelamatkan rakyatnya,” ujar Hensa.

Ia mengatakan pemahamannya itu merujuk pada pernyataan Dasco dalam acara peluncuran buku Republik Menggugat karya Syahganda Nainggolan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, pada 5 Maret 2026.

Hensa menilai saat ini terdapat kesenjangan pemahaman antara masyarakat dengan maksud sebenarnya dari strategi politik tersebut. Menurutnya, apa yang terlihat sebagai kelemahan dalam komunikasi pemerintah bisa jadi merupakan bagian dari pendekatan politik yang sedang dijalankan.

Ia juga menyinggung pernyataan Dasco yang menyebut strategi tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan energi nasional melalui kerja sama internasional.
“Dasco menyampaikan, politik berselancar ini ditengarai bisa memenuhi kebutuhan BBM kita sampai puluhan persen karena perjanjian dengan Amerika Serikat. Ada 1.080 komoditas yang nol persen,” kata Hensa.

Karena itu, ia menilai masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan resmi dari pemerintah sebelum menarik kesimpulan terkait strategi tersebut.

Menurut Hensa, jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, maka kebijakan itu berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, terutama di tengah situasi global yang dinilai penuh ketidakpastian.

Namun di sisi lain, ia menilai strategi tersebut justru berpotensi tidak dipahami publik apabila komunikasi pemerintah tidak segera diperbaiki.
Hensa pun mendorong pemerintah memberikan penjelasan yang lebih terbuka dan komprehensif mengenai konsep “politik berselancar” yang disebut menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo.

Sebaiknya kita tunggu penjelasan dari pemerintah tentang politik berselancar Pak Prabowo ini sehingga tidak ada kesalahpahaman dan semuanya bersatu juga guyub demi Indonesia yang lebih baik,” ujar Hensa.

Berita Terkait

Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri
Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda
Habib Syakur Kritik Keras Penanganan Karhutla, Sentil Bahlil Lahadalia
Ketua PWNU Kaltara Datangi PN Jakarta Pusat, Serukan Keadilan dan Tolak Penghakiman Sebelum Putusan untuk Gus Yaqut
Habib Syakur: Jangan Jadikan Polri Komoditas Politik, Kembalikan Marwah dan Independensi Institusi!
YAHYA MAYA SAKTI APRESIASI GUS IRFAN, KEMENTERIAN HAJI DINILAI BERSIH DAN BERINTEGRITAS
Abdul Qahar Yelipele: Pengukuhan PBNU 2026-2031 Harus Jadi Momentum Penguatan NU di Tanah Papua
Anak Beruang Madu Terpisah dari Induk akibat Karhutla di Kalteng, Polri Selamatkan Satwa Dilindungi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Habib Syakur Kritik Keras Penanganan Karhutla, Sentil Bahlil Lahadalia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Ketua PWNU Kaltara Datangi PN Jakarta Pusat, Serukan Keadilan dan Tolak Penghakiman Sebelum Putusan untuk Gus Yaqut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Habib Syakur: Jangan Jadikan Polri Komoditas Politik, Kembalikan Marwah dan Independensi Institusi!

Berita Terbaru

Foto: Ketua TP PKK Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, bersama jajaran kader TP PKK berfoto bersama saat kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Makasar di Aula Kantor Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:14 WIB