Jakarta — Kawasan Monumen Nasional (Monas) dipadati masyarakat dalam gelaran Bazar Rakyat 2026 bertema “Istana untuk Rakyat” yang diinisiasi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Sabtu (31/3). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ekonomi rakyat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pasca-Lebaran.
Ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor turut ambil bagian, mulai dari kuliner, fesyen, hingga produk kerajinan. Antusiasme pengunjung terlihat sejak sore hari, menciptakan lonjakan transaksi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Salah satu pelaku UMKM kuliner, Yana dari Gudeg Bu Kamto, mengaku seluruh 500 porsi dagangannya habis terjual dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, sangat senang,” ujarnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam bazar tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga memberikan rasa apresiasi terhadap pelaku usaha kecil. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjangkau lebih banyak daerah.
Hal serupa disampaikan Hauzan, pemilik stan Dapur Bu Asri, yang memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Ia bahkan aktif mengajak pengunjung untuk mencoba sajian yang ditawarkan.
Dari sektor fesyen, pelaku usaha Ucok Nasution menyebut bazar ini sebagai “Lebaran kedua” bagi UMKM. Ia menilai kegiatan tersebut mampu mendorong kembali aktivitas ekonomi yang sempat melambat setelah hari raya.
Permintaan meningkat, ini jadi peluang besar bagi kami,” ujarnya.
Selain menguntungkan pelaku usaha, bazar ini juga menggerakkan ekosistem ekonomi yang lebih luas, termasuk tenaga kerja, distribusi, hingga rantai pasok produksi. Aktivitas ekonomi berlangsung secara simultan dan memberikan dampak berkelanjutan.
Di sisi lain, pengunjung juga merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Yessa, salah satu pengunjung, mengaku mendapatkan pengalaman berbelanja yang berbeda karena dapat menikmati suasana sekaligus membeli produk lokal berkualitas.
“Lengkap, bisa kulineran, belanja, dan hiburan juga,” katanya.
Bazar Rakyat 2026 tak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Interaksi langsung antara produsen dan konsumen dinilai mampu memperkuat kepercayaan terhadap kualitas produk lokal.
Pemerintah melalui kegiatan ini berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pascalebaran dengan memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Bazar Rakyat 2026 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana penguatan ekonomi kerakyatan dapat dilakukan secara konkret, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal sebagai bagian dari identitas ekonomi nasional.




































