Selamat Jalan Willy Tuapattinaja/Tomasoa, Srikandi Atletik Indonesia Era 1950-an

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah kekerabat memberikan penghormatan terakhir di samping jenazah legenda atletik Indonesia, Willy Tuapattinaja/Tomasoa, di rumah duka kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026)

Foto: Sejumlah kekerabat memberikan penghormatan terakhir di samping jenazah legenda atletik Indonesia, Willy Tuapattinaja/Tomasoa, di rumah duka kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026)

JAKARTA — Dunia olahraga Indonesia berduka. Salah satu legenda atletik nasional, Willy Tuapattinaja atau dikenal juga sebagai Willy Tomasoa, meninggal dunia pada Jumat (27/3) pukul 12.24 WIB di kediamannya di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Ia tutup usia pada 88 tahun.

Nama Willy pernah menjadi sorotan pada era 1950-an hingga awal 1960-an. Atlet asal Maluku itu dikenal sebagai salah satu pelari putri terbaik yang dimiliki Indonesia pada masanya. Kiprahnya tak hanya mengharumkan daerah asalnya, tetapi juga membawa nama Indonesia di ajang internasional.

Willy tercatat pernah mempersembahkan medali emas untuk Maluku, serta menyumbang medali perunggu bagi Indonesia dalam ajang GANEFO 1963 di Jakarta—sebuah capaian yang menegaskan posisinya sebagai srikandi atletik Tanah Air.

Di tengah kariernya yang gemilang, Willy kemudian menikah dengan Bram Tuapattinaja, sosok jurnalis senior yang dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Kartini sejak awal penerbitannya pada 1974. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra, Eric Tuapattinaja.

Setelah kepergian sang suami pada 2015, Willy menghabiskan waktu bersama putra semata wayangnya. Eric sendiri dikenal aktif di berbagai bidang, termasuk sebagai Presiden Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) serta Anggota Dewan Penasihat PWI Jaya.

Kepergian Willy meninggalkan jejak panjang dalam sejarah olahraga nasional, khususnya atletik putri. Ia bukan hanya atlet berprestasi, tetapi juga simbol perjuangan perempuan Indonesia di lintasan olahraga pada masa awal kemerdekaan.

Selamat jalan, Willy Tuapattinaja/Tomasoa. Namamu akan tetap hidup dalam sejarah, sebagai salah satu pelari terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, di rumahnya dikawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Willy pung tutup usia dengan damai dalam usia 88 tahun.

 

Berita Terkait

Indonesia Melaju ke Final FIFA Series 2026 Usai Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0
Pemerintah Perkuat Program Olahraga Nasional, Siapkan 21 Cabor Unggulan
PERBASI Jabar Tetapkan MUSDA 2026, Tim Penjaringan Ketua Umum Resmi Dibentuk
Edisyahputra dan MaPAN FC Massalkan Sepak Bola Lewat “Satu Anak Satu Bola”
TVRI Tayangkan Seluruh Piala Dunia 2026, UMKM Bebas Gelar Nobar Tanpa Lisensi
Lapangan KONI Depok, Akhir dari Sebuah Cerita Panjang
Singkirkan Atletico 2-1, Real Madrid Tantang Barcelona di Final Supercopa
PSSI Resmi Percayakan Timnas Indonesia kepada John Herdman, Pelatih Berpengalaman Level Dunia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Melaju ke Final FIFA Series 2026 Usai Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:38 WIB

Selamat Jalan Willy Tuapattinaja/Tomasoa, Srikandi Atletik Indonesia Era 1950-an

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Perkuat Program Olahraga Nasional, Siapkan 21 Cabor Unggulan

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:08 WIB

PERBASI Jabar Tetapkan MUSDA 2026, Tim Penjaringan Ketua Umum Resmi Dibentuk

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:35 WIB

Edisyahputra dan MaPAN FC Massalkan Sepak Bola Lewat “Satu Anak Satu Bola”

Berita Terbaru