Jakarta, okjakarta.com – Indonesia membutuhkan pendekatan diversifikasi energy listrik bertenaga nuklir guna mensiasati krisis energy saat ini.
Energy nuklir merupakan sumber energy bersih yang relevan dengan visi net zero emission Indonesia 2030 Dan sesuai dengan tujuan Paris Agreement.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan hal itu saat menerima Audiensi Duta Besar Federasi Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov di Gedung Nusantara 3 senayan Jakarta.
“Sebagai Negara maritim yang luas, Indonesia membutuhkan inovasi pengembangan potensi energy nuklir sebagai sumber energy listrik Dan lainnya. Dan Rusia menjadi Negara sahabat yang sejak lama konsen mengembangkan energy nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik,” ujar Sultan saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (06/04).
Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengungkapkan Rusia melalui Dubesnya telah menawarkan kerjasama pengembangan energy listrik nuklir yang aman.
“Kami mendorong pemerintah melalui Kementerian Dan lembaga terkait untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan energy nuklir. Sehingga ketika terjadi turbulensi geopolitic seperti sekarang ini, kita memiliki kesiapan energi secara Mandiri,” tutupnya. (*/hw)




































