Kanjeng Yoga Panjatkan Doa Keselamatan Bangsa di Bawah Purnama Gunung Padang

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Praktisi spiritual Kanjeng Yoga memanjatkan doa di salah satu teras Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2026) malam hingga Selasa (30/6/2026) dini hari. Bertepatan dengan malam bulan purnama, doa dipanjatkan sebagai ikhtiar spiritual memohon keselamatan, persatuan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Foto: Praktisi spiritual Kanjeng Yoga memanjatkan doa di salah satu teras Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2026) malam hingga Selasa (30/6/2026) dini hari. Bertepatan dengan malam bulan purnama, doa dipanjatkan sebagai ikhtiar spiritual memohon keselamatan, persatuan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

CIANJUR – Di tengah meningkatnya dinamika politik, tekanan ekonomi global, serta berbagai persoalan sosial yang mewarnai kehidupan berbangsa, praktisi spiritual Kanjeng Yoga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak kehilangan harapan, persatuan, dan kebijaksanaan.

Pesan itu disampaikannya saat mengikuti perjalanan spiritual bersama rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PWI Pusat di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Senin (29/6/2026) malam hingga Selasa (30/6/2026) dini hari, bertepatan dengan malam bulan purnama.

Di salah satu teras Gunung Padang, Kanjeng Yoga menjalankan ritual doa menurut keyakinan spiritual yang dianutnya. Ia memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon agar bumi dan alam semesta senantiasa menghadirkan keseimbangan, sekaligus mengenang serta menghormati para leluhur sebagai bagian dari ikhtiar batin memohon keselamatan bagi Indonesia.

Menurut Kanjeng Yoga, bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai ujian yang bukan hanya bersifat politik, tetapi juga menyangkut memudarnya nilai-nilai kebersamaan, meningkatnya polarisasi, dan semakin kuatnya kepentingan yang berpotensi mengesampingkan kepentingan rakyat.

“Bangsa ini dibangun dengan semangat persatuan. Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai mengikis rasa persaudaraan. Indonesia jauh lebih besar daripada kepentingan kelompok ataupun kekuasaan sesaat,” ujarnya.

Ia berharap para pemimpin bangsa diberikan kejernihan hati dalam mengambil keputusan, mengutamakan kepentingan rakyat, serta menjaga amanah yang dipercayakan kepada mereka.

Bagi Kanjeng Yoga, doa bukan sekadar ritual, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual agar bangsa tetap berada di jalan yang membawa kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan.

“Di tempat yang sarat sejarah ini saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan, bencana, kebencian, dan segala bentuk permusuhan. Semoga para leluhur mendoakan negeri ini agar tetap kokoh, rakyat hidup rukun, dan pemimpin diberi kebijaksanaan dalam menjaga masa depan bangsa,” tuturnya.

Suasana hening di bawah cahaya bulan purnama membuat prosesi doa berlangsung khusyuk. Bagi para peserta, Gunung Padang bukan sekadar situs purbakala, melainkan ruang kontemplasi untuk mengingat kembali pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah derasnya perubahan zaman, Kanjeng Yoga berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga nilai gotong royong, toleransi, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi utama agar bangsa mampu melewati berbagai tantangan dengan tetap utuh dan bermartabat.

Berita Terkait

Pakar Spiritual Ungkap Terawangan 2026: Ancaman Energi Api hingga Potensi Bencana, Publik Diminta Waspada Tanpa Panik
Pesan Batin Ma Ha Is Ma Ya untuk Penjaga Nilai Bangsa
Tahun Api dan Shio Kuda, Nyai Nova Sebut 2026 Perlu Kewaspadaan Tinggi terhadap Bencana Alam
Imam Muda 17 Tahun dari Sabang, Tgk. Muchtar Andhika: Pelopor Regenerasi Ulama di Era Gen Z
Borobudur Jadi Saksi Ritual Dhammayatra Umat Buddha DKI Jakarta
Praktisi Spiritual Ingatkan Bahaya Energi Negatif, Serukan Pemimpin Teladani Gunung Padang
Nyai Dewi Rantian: Tahun 2025 Dibayangi Energi Alam Tak Stabil, Menuju “Tahun Api” 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kanjeng Yoga Panjatkan Doa Keselamatan Bangsa di Bawah Purnama Gunung Padang

Rabu, 29 April 2026 - 17:40 WIB

Pakar Spiritual Ungkap Terawangan 2026: Ancaman Energi Api hingga Potensi Bencana, Publik Diminta Waspada Tanpa Panik

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pesan Batin Ma Ha Is Ma Ya untuk Penjaga Nilai Bangsa

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:53 WIB

Tahun Api dan Shio Kuda, Nyai Nova Sebut 2026 Perlu Kewaspadaan Tinggi terhadap Bencana Alam

Kamis, 20 November 2025 - 21:21 WIB

Imam Muda 17 Tahun dari Sabang, Tgk. Muchtar Andhika: Pelopor Regenerasi Ulama di Era Gen Z

Berita Terbaru