Revitalisasi Pancasilanomics Dinilai Jadi Kunci Mewujudkan Keadilan Ekonomi Berkelanjutan

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah tokoh berfoto bersama usai menghadiri peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan dan Simposium Nasional bertema Undang-Undang Perekonomian Nasional untuk Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Gedung RRI Pusat, Jakarta.

Foto: Sejumlah tokoh berfoto bersama usai menghadiri peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan dan Simposium Nasional bertema Undang-Undang Perekonomian Nasional untuk Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Gedung RRI Pusat, Jakarta.

S Purwadi Mangunsastro (Ketua Yayasan Al Farizi Nusantara).

okjakarta.com – Apa obat kita memenangkan perang dagang semesta? Merevitalisasi dan merealitaskan konsep Pancasila-nomics. Ini kelanjutan dari hattanomics, sumitronomics dan ekonomi konstitusi.

Metoda ini menawarkan idealisme ekonomi yang memandang manusia bukan sekadar agen profit, melainkan khalifah yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dunia dan akhirat. Tentu teorama ini diperuntukkan untuk mendalamkan diskursus kedaulatan ekonomi yang sedang diramaikan oleh Nusantara Centre saat meluncurkan buku “Pikiran Soemitro” dan usaha menyusun Undang-undang Perekonomian Nasional bernapaskan pancasila dan konstitusi.

Gagasan ini memposisikan ekonomi keadilan sebagai jalan tengah untuk meluruskan paradigma kapitalisme global yang kerap berorientasi pada pertumbuhan tanpa batas dan eksploitasi.

Sistem ekonomi konvensional sering kali memicu ketimpangan struktural karena dorongan cinta dunia yang berlebihan (hubbudunnya) dan abai terhadap keberlanjutan bumi.

Tentu saja, ekonomi pancasila bukan hanya sebagai antitesis, tetapi hadir sebagai penyelamat dan pemberdaya pelaku ekonomi riil, seperti UMKM dan petani, dalam menghadapi tekanan oligarki. Dalam kerangka ini, hak milik individu diakui namun dibatasi oleh fungsi sosial, sehingga akumulasi harta terlarang dicegah dan harus beredar ke seluruh lapisan masyarakat.

Gagasan ini dijabarkan melalui tiga pilar utama: 1)Kebebasan Individu: Setiap pelaku usaha diberikan kebebasan profesional untuk berkarya dan berinovasi mengikuti perkembangan modernitas.

2)Fungsi Sosial: Kewajiban penunaian zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) diberlakukan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan.

3)Penyelarasan Modernitas: Teknologi seperti fintech syariah dioptimalkan untuk penyaluran dana sosial yang lebih cepat dan transparan tanpa unsur riba, menuju kesejahteraan sejati (falah).

Prospek implementasi konsepsi ini di Indonesia sangat menjanjikan. Nilai mulia gotong royong dan kedermawanan bangsa menjadi modal sosial yang kuat untuk mengoptimalkan ekosistem wakaf produktif. Berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, total ekosistem keuangan syariah nasional melonjak menembus angka Rp10.257 triliun. Hal ini membuktikan bahwa ekonomi kita kian diminati dan menjadi lokomotif pergeseran paradigma ekonomi dunia yang inklusif.

Di lapangan, perkembangan perbankan syariah di Indonesia tumbuh dengan sangat impresif. Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa aset perbankan syariah telah mencapai angka Rp1.067 triliun. Lebih dari itu, inklusi dan minat ekonomi syariah bersifat universal, melampaui sekat demografi, di mana layanan
dan minat ekonomi syariah bersifat universal, melampaui sekat demografi, di mana layanan perbankan syariah kini secara masif diakses oleh nasabah dari berbagai latar belakang agama dan golongan.

Untuk mengakselerasi gagasan ini ke depan, revitalisasi Pancasilanomics harus diselaraskan dengan dokumen strategis negara seperti RPJPN Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, digitalisasi yang masif, serta perluasan pangsa pasar produk halal secara global, Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi pusat episentrum ekonomi syariah dunia, menjadikan ekonomi yang berkeadilan bukan sekadar utopia, melainkan realitas bersama Bank Indonesia.(*)

Berita Terkait

Kertajati Berpeluang Jadi Pusat MRO dan Pilar Kemandirian Industri Pertahanan
Kemunculan Cah Angon Menuju Pilpres 2029, Nama Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin sebagai Satrio Paningit
Dudung Abdurachman Ajak Bangun Fondasi Ekonomi Berdaulat Lewat UU Perekonomian Nasional
Pancasila dan Negara Progresif: Jalan Menuju Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Refinansialisasi Dinilai Jadi Jalan Keluar dari Ketergantungan Utang Indonesia
Yudhie Haryono: Indonesia Belum Sepenuhnya Lepas dari Ekonomi Politik Kolonial
Nusantara Centre Dorong Investasi Lokal sebagai Pilar Ekonomi Pancasila
Ketika Penegak Hukum Diuji oleh Hukum: Sinergi Polri dan Kejaksaan Jadi Ujian Nyata Negara Hukum
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Kertajati Berpeluang Jadi Pusat MRO dan Pilar Kemandirian Industri Pertahanan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Kemunculan Cah Angon Menuju Pilpres 2029, Nama Prof. Dr. H. Tubagus Baharudin sebagai Satrio Paningit

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Revitalisasi Pancasilanomics Dinilai Jadi Kunci Mewujudkan Keadilan Ekonomi Berkelanjutan

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Dudung Abdurachman Ajak Bangun Fondasi Ekonomi Berdaulat Lewat UU Perekonomian Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:26 WIB

Pancasila dan Negara Progresif: Jalan Menuju Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Berita Terbaru

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 mempersiapkan sejumlah kebutuhan sebelum memulai pemagangan pada 23 September 2026.

Nasional

Peserta MagangHub Diminta Siapkan 5 Hal Sebelum Mulai Magang

Rabu, 23 Sep 2026 - 07:48 WIB

Foto: Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat saat memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Pekapuran, Tambora, Jakarta Barat.

TNI & POLRI

Kecanduan Sabu, Pria di Tambora Nekat Curi Motor Tetangga

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:23 WIB

Foto:Sebanyak 100 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jakarta Pusat mengikuti Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

100 Mahasiswa Jakpus Ikuti Dialog Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:36 WIB