Peringati Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jaksel Ajak Pelajar Jaga Jakarta

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA SELATAN – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Wali Kota Jakarta Selatan menggelar dialog interaktif bertema Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Tawuran dan Berita Hoaks, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Antasari, Gedung C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme sekaligus membangun komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas Jakarta.

Sebanyak 200 duta sekolah dari berbagai SMA dan sederajat di Jakarta Selatan mengikuti kegiatan tersebut, bersama 65 tamu undangan. Dialog ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, insan pers, pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dipupuk, terutama di kalangan generasi muda.

“Sebagai insan pers, memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya kita untuk terus mempertahankan agar persatuan dan kesatuan negara ini terus berlanjut. Dialog wawasan kebangsaan ini menjadi penting dengan menghadirkan anak-anak para pelajar kita dari SMA maupun SMK sehingga mereka memahami dengan baik bahwa di tengah era globalisasi dan meningkatnya penggunaan teknologi informasi, persatuan dan kesatuan itu harus terus kita pupuk bersama,” ujar Syafrin.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi secara profesional dan berimbang. Pemberitaan yang bertanggung jawab, menurutnya, dapat menjadi salah satu upaya mencegah konflik sosial, termasuk tawuran antarpelajar.

Syafrin berharap para guru, tenaga pendidik, dan pendamping sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan materi wawasan kebangsaan kepada para siswa, sehingga nilai-nilai persatuan dan semangat menjaga keutuhan bangsa semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan, Joni Matondang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi melalui pemberitaan, tetapi juga berkontribusi langsung membangun karakter generasi muda.

Joni menilai maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks serta gangguan keamanan, termasuk tawuran antarpelajar, menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Melalui dialog interaktif tersebut, PWI Pokja Jakarta Selatan ingin mengajak para pelajar membangun komitmen untuk menjaga Jakarta sebagai kota global yang aman dan kondusif, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui prestasi.

“Kita tidak mesti harus panggul senjata untuk berkarya untuk bangsa. Cukup melakukan hal-hal yang baik, menciptakan prestasi dengan tidak meneruskan informasi hoaks dan bersifat menghasut. Tujuan saya buat acara ini begini untuk stop itu semua. Mari kita cintai bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” kata Joni.

TNI: Bentengi Pelajar dari Pengaruh Negatif

Senada dengan itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0504/Jakarta Selatan, Mayor Inf. Dicson Abislom, menekankan bahwa pembangunan karakter kebangsaan dan kepemimpinan perlu dimulai sejak dini.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan pendampingan dan pengalaman positif agar mampu memilah pengaruh yang baik maupun buruk di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

“Memang itu salah satu bagian dari kami, bahkan kita semua, supaya anak-anak itu selalu diberikan hal-hal positif dan memberikan pengalaman-pengalaman yang baik dari kita sebagai orang yang lebih senior dari mereka. Karena pergeseran-pergeseran nilai-nilai bagi anak-anak kita ini memang sangat tajam,” tuturnya.

Dicson menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan diharapkan mampu membantu pelajar menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pemprov DKI Ingatkan Dampak Tawuran terhadap Masa Depan

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia, Dicky Krishnawardana, mengapresiasi inisiatif PWI Pokja Jakarta Selatan yang menghadirkan ruang edukasi bagi para pelajar melalui dialog interaktif tersebut.

Ia menyebut pencegahan tawuran menjadi salah satu perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingat persoalan tersebut masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Selatan.

Dicky menegaskan bahwa tawuran tidak memberikan keuntungan apa pun. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat menimbulkan kerugian, baik bagi pelaku maupun masyarakat yang tidak terlibat.

“Kami mendukung untuk ke depannya acara seperti ini digiatkan lebih banyak lagi. Keuntungan tidak ada. Yang jelas, masa depan mereka yang akan dirugikan. Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, bahwa pelaku tindak tawuran itu akan berdampak pada penerimaan KJP, KJMU dan juga salah satunya kesempatan mereka untuk di masa depan kemungkinan akan tertutup,” ungkap Dicky.

Ia mengajak para pelajar untuk memperkuat pengendalian diri, membiasakan perilaku positif, serta berani menolak ajakan tawuran. Menurutnya, energi dan waktu generasi muda seharusnya diarahkan untuk mengejar pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi.

“Perjuangkan, pikirkan dan kejar masa depan kalian untuk ke depannya. Yang jelas itu,” imbuhnya.

Ketua PWI DKI Beberkan Cara Mengenali Berita Hoaks

Dalam sesi berikutnya, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, memberikan pembekalan mengenai cara mengenali dan mengantisipasi penyebaran berita hoaks di tengah kemajuan teknologi informasi.

Kesit menjelaskan, informasi yang patut dicurigai sebagai hoaks dapat dikenali melalui sejumlah ciri, di antaranya penggunaan judul provokatif dan bombastis yang sengaja memancing emosi, sumber informasi yang tidak jelas, tata bahasa yang buruk, serta ajakan mendesak agar informasi segera disebarluaskan.

Ia mencontohkan kabar yang sempat viral pada Maret 2026 mengenai klaim bahwa pemerintah akan menonaktifkan atau menutup sejumlah platform media sosial, seperti YouTube, TikTok, Facebook, dan Instagram, pada 28 Maret 2026.

Kesit menjelaskan, informasi tersebut tidak tepat. Penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 merupakan aturan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS, yang mengatur perlindungan anak di ruang digital, termasuk pembatasan akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi, bukan pemblokiran seluruh layanan media sosial.

“Ini sempat membuat gaduh. Oleh karenanya, diperlukan sikap bijak dalam bermedia sosial,” kata Kesit dalam paparannya bertajuk Hoaks di Tengah Kemajuan Teknologi Informasi.

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima melalui media sosial. Sebelum membagikan suatu kabar, masyarakat perlu memeriksa sumber, membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media kredibel, serta memastikan kebenaran isi pesan.

Kolaborasi untuk Melahirkan Generasi Berprestasi

Dialog interaktif ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk membangun generasi muda yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Bank Jakarta, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, orang tua, guru, serta sekolah tingkat SMA dan sederajat di wilayah Jakarta Selatan.

Melalui momentum Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jakarta Selatan berharap para pelajar tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata: menolak tawuran, tidak menyebarkan hoaks, menjaga persatuan, dan mengukir prestasi.

Semangat “Ikat Janji Jaga Jakarta” yang diusung dalam kegiatan tersebut menjadi ajakan bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan keharmonisan ibu kota. Sebab, masa depan Jakarta bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan juga ditentukan oleh karakter, pilihan, dan kontribusi generasi mudanya. (AM)

Berita Terkait

Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat, Buka Akses Pendidikan bagi 45 Ribu Anak
UU PPRT Tak Cukup Disahkan, BEM FH UNDIP Desak Aturan Pelaksana Segera Disusun
BKPRMI DKI Minta Prestasi Anak di Bidang Al-Qur’an Diakui dalam Penerimaan Siswa
Gotong Royong dan Empati di Lingkungan Sekolah, Keluarga Besar Kelas 4B SDN 01 Pagi Bidara Cina Beri Semangat untuk Safa
Satu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02
Desa Makasari Salurkan Insentif untuk Guru Ngaji hingga Karang Taruna
HUT Ke-14 IWO, Berbagi Asa Lewat Beasiswa untuk Siswa SD Muhammadiyah 16
HUT Ke-57, TK Kartika IV-29 Perkuat Pendidikan Karakter
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, PWI Pokja Jaksel Ajak Pelajar Jaga Jakarta

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Prabowo Bangun 265 Sekolah Rakyat, Buka Akses Pendidikan bagi 45 Ribu Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:37 WIB

UU PPRT Tak Cukup Disahkan, BEM FH UNDIP Desak Aturan Pelaksana Segera Disusun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:28 WIB

BKPRMI DKI Minta Prestasi Anak di Bidang Al-Qur’an Diakui dalam Penerimaan Siswa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Gotong Royong dan Empati di Lingkungan Sekolah, Keluarga Besar Kelas 4B SDN 01 Pagi Bidara Cina Beri Semangat untuk Safa

Berita Terbaru