JAKARTA – Barisan Aktivis Jakarta (BAJA) mendorong Bank Jakarta memperkuat kolaborasi dengan komunitas pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses layanan perbankan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
BAJA yang terdiri dari Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA), Poros Muda NU, Barisan Aktivis Indonesia (BARKINDO), dan Front Aktivis Nusantara menilai keterlibatan generasi muda dan pelaku UMKM penting untuk membangun ekosistem ekonomi Jakarta yang inklusif dan berdaya saing.
BAJA mendorong Bank Jakarta memperluas edukasi keuangan, sosialisasi produk tabungan, layanan perbankan digital, serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha.
Dalam laporan kinerja triwulan I 2026 yang dirujuk BAJA, portofolio kredit dan pembiayaan UMKM Bank Jakarta tercatat mencapai Rp10,46 triliun, tumbuh 26,27 persen secara tahunan. Sebanyak 2.208 debitur di antaranya merupakan pengusaha peserta program Jakpreneur.
Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, mengatakan kolaborasi perbankan dengan organisasi kepemudaan dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian finansial generasi muda.
“Bank Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi mitra pertumbuhan generasi muda dan UMKM Jakarta. Kami mendorong kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah nasabah, tetapi juga pada edukasi keuangan, kemudahan layanan, perlindungan konsumen, dan pemanfaatan produk perbankan secara produktif,” ujar Joko.
Pandangan yang sama juga disampaikan Ketua KOMWAJA, Anwar Sjani, yang menekankan pentingnya edukasi keuangan yang menjangkau komunitas warga dan pelaku usaha kecil. Menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat menabung, transaksi nontunai, keamanan data pribadi, serta pemilihan produk keuangan sesuai kebutuhan.
Senada juga dengan, Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, mendorong generasi muda meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, budaya menabung, dan penggunaan teknologi digital secara aman.
“Anak muda perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, budaya menabung, dan pemanfaatan teknologi digital secara aman. Sinergi dengan Bank Jakarta dapat menjadi ruang edukasi sekaligus pengembangan kapasitas generasi muda,” ucap Dani.
Sementara itu, Ketua Front Aktivis Nusantara, Zidan Izzudin, menambahkan bahwa perluasan inklusi keuangan harus disertai peningkatan kualitas pelayanan dan akses yang adil bagi masyarakat.
“Kami berharap Bank Jakarta terus menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, transparan, aman, dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Pelaku UMKM juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan pembiayaan, biaya, risiko, serta kewajiban yang menyertainya,” kata Zidan.
Usulkan Lima Program Kolaborasi
Sebagai langkah konkret, BAJA mengusulkan lima program kolaborasi dengan Bank Jakarta, yakni edukasi literasi keuangan bagi pemuda dan mahasiswa; sosialisasi layanan perbankan bagi UMKM; pendampingan digitalisasi usaha; forum dialog berkelanjutan antara masyarakat dan perbankan; serta evaluasi dampak program melalui indikator yang terukur.
Evaluasi tersebut dapat mencakup jumlah peserta edukasi, peningkatan pemahaman keuangan, pemanfaatan layanan perbankan secara aktif, dan perkembangan usaha penerima manfaat.
BAJA menegaskan bahwa keputusan menjadi nasabah harus didasarkan pada kebutuhan dan pilihan masyarakat tanpa paksaan. Setiap program juga perlu mengedepankan transparansi, perlindungan data pribadi, dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.
Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, BAJA berharap Bank Jakarta dapat semakin berperan dalam memperkuat ekonomi lokal, memperluas kesempatan usaha, serta mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Barisan Aktivis Jakarta (BAJA) berkomitmen mendorong sinergi konstruktif antara masyarakat, generasi muda, pelaku UMKM dan Bank Jakarta demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
(Helmi AR)




































