Gebyar Budaya Sunter Jaya Warnai Milad ke-6 Sanggar Sinlamba Batavia: Wujud Pelestarian dan Persatuan Budaya Betawi

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Atraksi Pencak Silat Anak. (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

Foto: Atraksi Pencak Silat Anak. (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Milad ke-6, Sanggar Sinlamba Batavia menggelar acara Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pulo Besar Elok RT 04/RW 011, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Minggu (9/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan seni dan budaya Betawi sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga dari berbagai latar belakang suku dan daerah.

Acara yang diprakarsai oleh Babe H. Mukhlis, selaku Pembina Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia, H. Muhammad (alm) Bin H. Gencong selaku Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia, dan Erfan Pratama selaku Ketua Umum Sanggar Sinlamba Batavia.

Turut hadir sejumlah tokoh publik seperti Opie Kumis, Sabar Bokir, serta penampilan dari band SOJ (Smile of Jamaica) yang menambah semarak suasana.

Pantauan okjakarta.com di lokasi acara menunjukkan antusiasme masyarakat yang memadati area pertunjukan sejak pagi.

Beragam perguruan pencak silat dari seluruh Indonesia, khususnya DKI Jakarta, turut menampilkan keahlian mereka di atas panggung. Atraksi memukau ditunjukkan oleh para pesilat yang mempertontonkan keindahan jurus, kecepatan, dan kekuatan fisik khas seni bela diri tradisional Indonesia.

Puncak atraksi terjadi ketika Babe Mukhlis memperlihatkan kemampuan tenaga dalam yang luar biasa. Dalam pertunjukan tersebut, beberapa orang mencoba menyerangnya, namun tanpa menyentuh, mereka justru terpental dan terjatuh beberapa meter jauhnya — disambut riuh tepuk tangan penonton yang kagum menyaksikan keahliannya.

Selain atraksi silat, panggung juga diisi dengan tarian tradisional dari berbagai daerah, serta penampilan marawis ibu-ibu (band tabok) yang membawa suasana religi dan kebersamaan.

Anak-anak dari berbagai perguruan silat se-DKI Jakarta turut menampilkan kebolehannya, menandakan regenerasi budaya dan semangat menjaga warisan leluhur terus dijaga oleh generasi muda.

Acara turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat publik, antara lain Ketua Pokja PWI Walikota Jakarta Timur Rudolf Simbolon, Ketua Pokja PWI Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Erfan Pratama, Sekretaris Fahmy Nurdin, serta Bendahara Ali Hanafiah dan para anggota lainnya.

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelestarian budaya Betawi di tengah masyarakat majemuk.

“Acara seperti ini sangat baik karena memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas. Sunter adalah wilayah yang plural, semua suku ada di sini. Budaya Betawi menjadi simbol persatuan yang menyatukan keberagaman itu,” ujar Hasbiallah Ilyas kepada awak media.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB Hengky Wijaya, yang menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan identitas lokal.

“Wilayah Sunter ini sudah plural, dan Betawi merupakan simbol budaya di DKI Jakarta. Kegiatan seperti ini menjadi wadah mempererat masyarakat melalui seni dan budaya,” ucapnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim, yang diserahkan langsung oleh Hasbiallah Ilyas, Hengky Wijaya, Camat Tanjung Priok Samsul Rizal, Lurah Sunter Jaya Eka Persilian Yeluma, serta Babe Mukhlis selaku tokoh sanggar.

Kegiatan ini berlangsung khidmat, disertai doa bersama untuk keberkahan, keselamatan, dan kemajuan budaya Betawi.

Melalui Gebyar Budaya Hajatan Kampung Sunter Jaya, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga dan mencintai budaya lokal sebagai perekat kebangsaan.

Sanggar Sinlamba Batavia yang genap berusia enam tahun ini terus berkomitmen menjadi wadah pembinaan seni bela diri, budaya tradisional, dan pelestarian nilai-nilai Betawi di tengah kemajuan zaman.

Reporter: Matyadi

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Fadli Zon Resmikan Pameran Nusa Wastra 2026, Dorong Kain Tradisional Jadi Kekuatan Budaya Indonesia
Kemenbud Bahas Kerja Sama Budaya RI-Maroko, Soroti Kolaborasi Musik Tradisional
Fadli Zon: Perfilman Jadi Instrumen Penting Diplomasi Budaya Indonesia
Dorong Budaya Cerutu Lokal, Sultan Cigar Gelar Cigarnesia Terbuka untuk Umum
Indonesia Incar Kursi Strategis UNESCO 2026–2030, Dorong Diplomasi Budaya Berbasis Komunitas
Perayaan 71 Tahun KAA di Bandung, Fadli Zon Tegaskan Budaya Jadi Kunci Perdamaian Dunia
Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Budaya, Dorong Kolaborasi Film hingga Warisan Takbenda
Menbud Tinjau Cagar Budaya di Kuningan, Tegaskan Komitmen Pelestarian dan Revitalisasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:12 WIB

Fadli Zon Resmikan Pameran Nusa Wastra 2026, Dorong Kain Tradisional Jadi Kekuatan Budaya Indonesia

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:46 WIB

Kemenbud Bahas Kerja Sama Budaya RI-Maroko, Soroti Kolaborasi Musik Tradisional

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:10 WIB

Fadli Zon: Perfilman Jadi Instrumen Penting Diplomasi Budaya Indonesia

Senin, 4 Mei 2026 - 11:45 WIB

Dorong Budaya Cerutu Lokal, Sultan Cigar Gelar Cigarnesia Terbuka untuk Umum

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Indonesia Incar Kursi Strategis UNESCO 2026–2030, Dorong Diplomasi Budaya Berbasis Komunitas

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara (WN) China berinisial YJ, CN, dan LJ setelah terbukti memanipulasi data untuk memperoleh visa kunjungan bisnis dan pra investasi di Indonesia.

Hukum & Kriminal

Tiga WN China Dideportasi Imigrasi Surabaya karena Manipulasi Data Visa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:41 WIB