DEPOK – Kementerian Hukum (Kemenkum) mengerahkan 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu penanganan korban bencana alam di Aceh.Ratusan taruna tersebut diberangkatkan pada Selasa (13/1).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, mengatakan para taruna akan menjalankan misi kemanusiaan selama dua pekan di sejumlah titik terdampak, mulai dari lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah ibadah, hingga sekolah.
“Hari ini rombongan tim kemanusiaan dari Kemenkum telah berangkat ke Aceh. Tim terdiri dari dosen, pembina, dan 119 taruna Poltekpin. Pengabdian akan difokuskan di Lapas Aceh Tamiang, rumah ibadah, serta sekolah,” ujar Gusti Ayu di Depok, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan Bencana Kementerian Dalam Negeri di Aceh guna memastikan bantuan berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran.
Menurut Gusti Ayu, para taruna juga telah dibekali peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan arahan satgas bencana setempat.
Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Aceh untuk mendapatkan arahan mekanisme bantuan dan penentuan lokasi terdampak yang menjadi target kegiatan,” katanya.
Gusti Ayu berharap kehadiran tim kemanusiaan Kemenkum dapat memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Ini bukan sekadar aksi kemanusiaan, melainkan panggilan nurani. Di saat saudara-saudara kita kehilangan, kita hadir untuk menguatkan dan memastikan mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ucapnya.
Ia menambahkan, semangat kepedulian dan gotong royong menjadi modal utama bangsa dalam bangkit dari setiap bencana.
“Musibah ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap bencana ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” tutup Gusti Ayu.




































