JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa program bedah rumah yang dilakukan Pemkot Jakarta Pusat merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran, khususnya kebakaran yang terjadi pada April 2025 lalu di wilayah Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen.
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk kepedulian kita kepada warga kita yang menjadi korban kebakaran pada April 2025. Kita lakukan identifikasi dan pendataan, dan kurang dari satu bulan prosesnya sudah bisa diselesaikan,” ujar Arifin saat meresmikan salah satu rumah warga di RT 016/RW 01, Kamis (15/1/2026).
Arifin menjelaskan, pendataan dilakukan oleh Baznas DKI Jakarta di wilayah RW 01. Dari hasil identifikasi tersebut, terdapat beberapa rumah yang memenuhi syarat untuk dibangun kembali melalui program bedah rumah. “Di RT 16 ini ada enam rumah, kemudian di titik lain ada delapan rumah. Sebagian sudah diserahkan hari ini,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Jakarta Pusat Reza, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jakarta Pusat Raja Zam Zam, Camat Senen Erick, serta Lurah Bungur.
Menurut Arifin, pendanaan program bedah rumah tersebut bersumber dari BAZNAS (Bazis) Jakarta Tahun 2025. Secara keseluruhan, pada tahun ini Pemkot Jakarta Pusat menargetkan sekitar 80 rumah untuk dibedah melalui alokasi anggaran tersebut. Selain itu, masih terdapat rumah-rumah lain yang dibangun melalui kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kita memang tidak bisa membantu semua korban kebakaran. Ada ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi, termasuk kejelasan status kepemilikan rumah. Tapi kita prioritaskan warga yang memang sangat membutuhkan dan layak mendapatkan dukungan,” tegasnya.
Arifin menambahkan, rumah-rumah yang telah selesai dibangun kini jauh lebih layak dibandingkan kondisi sebelumnya. Selain struktur yang lebih aman, rumah-rumah tersebut telah dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang baik serta fasilitas sanitasi yang memadai. “Sekarang sudah ada WC, kamar mandi, septic tank. Jadi bukan sekadar tempat tinggal, tapi rumah yang sehat dan manusiawi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga berpesan kepada para pemilik rumah agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, khususnya terkait potensi kebakaran. Ia mengingatkan pentingnya penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar dan rutin melakukan pengecekan kabel serta peralatan listrik.
“Mudah-mudahan dengan perhatian terhadap hal-hal teknis seperti listrik dan keselamatan, musibah kebakaran yang terjadi pada April lalu tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Program bedah rumah ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam membangun hunian layak, aman, dan sehat bagi warga Jakarta Pusat, sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana,”tutup Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin.




































