JAKARTA – Gema Pro (Gempar Management Artis) resmi menuntaskan proses pembuatan video klip lagu religi berjudul “Keagungan-Mu”, sebuah karya cipta Rara Anggraini yang juga Pinpro di video klip tersebut. Keagunngan-Mu sendiri melibatkan kolaborasi sembilan pengisi suara lintas generasi serta kru profesional.
Proses produksi sekaligus konferensi pers digelar pada Jumat (30/1/2026) di studio Joe Thunder, Jalan Olahraga IV No. 4, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Lagu “Keagungan-Mu” menjadi proyek religi ke-8 yang diproduksi Gema Pro dan direncanakan tayang menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Proyek ini menghadirkan sederet nama yang telah dikenal di dunia musik dan hiburan Tanah Air, yakni Indra Jingkrak, Winni Princes, Surya Saputra, Mario Penang, Fitta KDI, Johan Bibir, Nia Lavenia, serta Rara Anggraini selaku pencipta lagu. Sementara posisi kameramen dipercayakan kepada Bang Ikhsan Arepas.
Di hadapan awak media, Rara Anggraini mengawali keterangannya dengan nada haru. Ia mengungkapkan bahwa lagu “Keagungan-Mu” berangkat dari niat lama yang sempat tertunda akibat wafatnya salah satu personel Duo Macho.
“Rencana membuat lagu religi bersama ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum almarhum salah satu dari Duo Macho berpulang. Saat itu saya pernah bilang ke Indra yang saat ini dikenal sebagai Indra Jingkrak salah satu personil Duo Macho, kita bikin lagu religi bareng-bareng. Ketika beliau meninggal, saya merasa punya utang moral dan janji yang harus saya tunaikan,” ujar Rara.
Menurutnya, proyek ini bukan sekadar produksi musik, melainkan bentuk tanggung jawab batin sekaligus dakwah melalui karya. Ia juga menegaskan bahwa para penyanyi yang terlibat bukan sekadar kolaborator, melainkan calon generasi penerus yang ingin dibimbing secara serius.
“Lewat lagu ini saya ingin menyampaikan pesan, silakan bahagia bernyanyi dan menghibur orang, tapi jangan lupa ibadah. Lagu ini diharapkan bisa menyentuh hati, mengingatkan bahwa hiburan itu sementara, sedangkan iman bersifat kekal,” tuturnya.
Indra Jingkrak menjelaskan bahwa lagu “Keagungan-Mu” sejatinya telah disiapkan sejak lama, namun mengalami perubahan pada lirik demi menghindari potensi persoalan hak cipta. Dengan dukungan penuh dari tim dan dorongan untuk segera rilis sebelum Ramadan, seluruh proses rekaman hingga pengambilan gambar dilakukan secara intens dan efisien.
“Prosesnya singkat tapi sangat dalam. Dalam satu hari semua bisa selesai, dari rekaman sampai pengambilan gambar. Ini baru pertama kali saya merasakan produksi secepat ini, tapi hasilnya terasa kuat secara emosional,” kata Indra.
Ia menilai lagu religi ini menjadi pengingat bagi para musisi yang selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia hiburan agar tetap memiliki batas dan kesadaran spiritual.
“Kita ini penyanyi panggung, kadang terbawa arus. Lagu ini mengingatkan kami untuk tetap sadar dan ingat pada nilai-nilai keimanan,” ujarnya.
Sejumlah penyanyi mengaku merasakan pengalaman emosional mendalam saat membawakan lagu tersebut. Johan Bibir, misalnya, menyebut “Keagungan-Mu” sebagai lagu religi yang telah lama ia impikan.
“Dari dulu saya ingin punya lagu religi. Saat dengar lagu ini, rasanya menyayat hati, bukan karena sedih, tapi karena penghayatannya sangat dalam. Saya sampai meneteskan air mata saat take, meski ditahan-tahan,” ungkap Johan.
Hal senada disampaikan Fitta KDI dan Nia Lavenia yang melihat proyek ini sebagai tantangan sekaligus pengayaan musikal.
“Saya terbiasa di dangdut, sekarang mencoba pop religi. Ini menambah perbendaharaan musik saya dan menjadi pengalaman berharga,” tutur kedua artis wanita itu.
Sementara Mario Penang menekankan pentingnya konsistensi berkarya bagi seorang penyanyi.
“Musisi jangan berhenti di satu titik. Lagu religi ini bisa jadi pintu pembuka. Kalau tidak internasional, minimal Asia bisa mengenal karya kita,” ujar Mario.
Dari sisi teknis, kameramen Ikhsan Arepas menyebut tidak ada kendala berarti selama proses pengambilan gambar. Ia menilai seluruh tim bekerja dengan ketulusan dan profesionalisme.
“Kesulitannya hampir tidak ada. Semua penyanyi ini juga berlatar belakang pemain film, jadi mudah diarahkan. Yang paling terasa adalah keikhlasan, dan itu yang membuat proses berjalan lancar,” katanya.
Bang Ikhsan menargetkan proses editing rampung dalam waktu sekitar satu minggu, sehingga video klip “Keagungan-Mu” dapat segera diluncurkan ke publik dan dipromosikan ke berbagai platform, termasuk televisi nasional dan media digital.
Seluruh pihak berharap lagu “Keagungan-Mu” dapat diterima masyarakat luas sebagai karya religi yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga kuat secara pesan moral dan spiritual.
“Semoga lagu ini menjadi pengingat, membawa kebaikan, dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkas Rara Anggraini.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai keikhlasan, “Keagungan-Mu” diharapkan menjadi salah satu karya religi yang memberi warna positif dalam menyambut Ramadan 2026.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































