JAKARTA – Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi intensif di sejumlah gereja menjelang perayaan Paskah 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di momen keagamaan yang sakral.
Kegiatan yang melibatkan Unit Penjinak Bom (Jibom) tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) dengan menyasar 18 gereja yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Sterilisasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup ruang utama ibadah hingga area penunjang dan lingkungan sekitar gereja.
Sebelum proses sterilisasi dimulai, personel Brimob terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola dan petugas keamanan internal gereja. Koordinasi ini bertujuan memastikan prosedur berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas jemaat, sekaligus memetakan titik-titik yang dinilai rawan.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di seluruh lokasi tidak menemukan adanya benda berbahaya atau mencurigakan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan benda mencurigakan, sehingga seluruh lokasi dinyatakan aman dan siap digunakan untuk kegiatan ibadah,” ujar Henik dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kegiatan sterilisasi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah keagamaan.
“Kami memastikan setiap lokasi ibadah dalam kondisi aman, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” tegasnya.
Setelah proses sterilisasi selesai, dilakukan serah terima dengan pihak keamanan gereja sebagai bentuk pengamanan berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga kondisi tetap kondusif selama rangkaian ibadah Paskah berlangsung.
Meski tidak ditemukan ancaman, aparat tetap mengedepankan kewaspadaan. Polri mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, termasuk segera melaporkan apabila menemukan hal yang mencurigakan melalui layanan darurat 110.
Langkah preventif ini mencerminkan pendekatan keamanan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif. Dalam konteks meningkatnya mobilitas dan aktivitas publik saat hari besar keagamaan, kehadiran aparat diharapkan mampu memperkuat rasa aman sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dengan pengamanan berlapis dan keterlibatan berbagai pihak, perayaan Paskah tahun ini diharapkan dapat berlangsung khidmat, aman, dan penuh kedamaian bagi seluruh umat yang merayakan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































