JAKARTA – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan & Pengadilan Negeri Jakarta Timur bersama anggota Humas PWI Pusat melakukan kunjungan ke Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Armada I di Kesatrian Pondok Dayung, Jakarta, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara insan pers dan militer, sekaligus membuka wawasan mengenai peran strategis satuan elite Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Rombongan jurnalis disambut langsung oleh Komandan Kesatrian Pondok Dayung, Mayor Laut Arif. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ia menegaskan pentingnya keterbukaan informasi yang proporsional kepada publik tanpa mengesampingkan aspek kerahasiaan operasi militer.
“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan edukatif kepada masyarakat, termasuk tentang tugas dan fungsi satuan kami,” ujar Mayor Arif dalam sambutannya.
Dalam sesi pemaparan, para wartawan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai tugas dan fungsi Komando Pasukan Katak (Kopaska). Satuan ini dikenal sebagai pasukan elite TNI AL yang memiliki keahlian khusus dalam operasi bawah air, sabotase, penghancuran instalasi musuh, hingga misi intelijen maritim berisiko tinggi.
Kopaska juga berperan penting dalam mendukung operasi strategis nasional, termasuk pengamanan objek vital di laut, penanggulangan ancaman bawah air, serta operasi khusus yang membutuhkan presisi tinggi dan kerahasiaan maksimal.
Para jurnalis diberikan penjelasan mengenai standar pelatihan ketat yang harus dilalui prajurit Kopaska, mulai dari kemampuan menyelam tempur, teknik infiltrasi, hingga penguasaan teknologi tempur modern. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan Kopaska merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi strategis antara media dan institusi militer. Dalam konteks keterbukaan informasi publik, hubungan yang harmonis antara keduanya dinilai krusial untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan.
Para wartawan juga berkesempatan melihat langsung lingkungan Kesatrian Pondok Dayung, termasuk aktivitas keseharian prajurit Kopaska. Interaksi langsung ini memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai disiplin, profesionalisme, dan dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara insan pers dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga edukatif bagi masyarakat luas.
Di tengah dinamika informasi yang semakin cepat dan kompleks, peran media dalam menyajikan pemberitaan yang jernih dan berimbang menjadi semakin penting. Melalui kunjungan seperti ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih mendalam terhadap institusi pertahanan negara, sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Suasana penuh kekeluargaan yang mewarnai kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kolaborasi antara media dan militer dapat terjalin secara konstruktif, tanpa mengurangi independensi masing-masing pihak.
Dengan terbangunnya komunikasi yang solid, publik diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peran strategis Kopaska sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































