Equestrian Indonesia Melesat, Bersiap Tembus Asian Games 2026

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah pengurus dan pegiat olahraga berkuda berbincang santai saat menghadiri ajang Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di kawasan Cibubur, Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Foto: Sejumlah pengurus dan pegiat olahraga berkuda berbincang santai saat menghadiri ajang Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di kawasan Cibubur, Jakarta, Minggu (12/4/2026).

JAKARTA–Olahraga berkuda ketangkasan saat ini sedang mengalami perkembangan yang signifikan. Tidak terlalu berlebihan jika untuk pertama kalinya diharapkan adanya peraihan medali dari disiplin Equestrian pada Asian Games 2026, September mendatang di Nagoya, Jepang.

“Saat ini rider-rider terbaik kita tengah mengikuti berbagai event di Eropa. Tentu yang memenuhi standar atau kriteria yang akan ditampilkan di Nagoya,” ujar Mohammad Chaidir Saddak, ketua harian PP Pordasi, di The Hub Indonesia, Cibubur, Minggu (12/4).

Di sela-sela gelaran Patriot Equifest & Kartini Cup 2026, Eddy Saddak–sapaan akrab pemilik Aragon Equestrian & Horse Racing itu–tengah menyaksikan event Equestrian di Spanyol.

“Tadi lihat streamingnya. Ada lima rider kita tampil di sana, Brayen Brata-Coolen, Dirga Wira Ramadan Saputra, Arsal Rizky Brayuda, Marco Wowiling, dan Raymen Kaunang. Itu kombinasi riders senior dan yunior. Arsal bisa jump-up, di peringkat empat kelas 140-145 cm,” tutur Eddy Saddak.

Dia menyebut ada sekitar 15 riders yang bisa bersaing untuk mendapat tempat di tim Equestrian Asian Games Aichi, Nagoya. Tetapi, tentu tak semuanya bisa diberangkatkan. Harus mengikuti serangkaian kualifikasi dan memenuhi klasifikasi yang ditentukan. Untuk itu, partisipasi rutin dan intens di berbagai event di Eropa turut memengaruhi penilaian.

“Di Nagoya nanti kita berharap bisa mengomentisikan rider-rider terbaik di dressage (tunggang serasi), show jumping (lompat rintangan), bahkan eventing (halang rintang),” kata Eddy Saddak.

Pada kontestasi berkuda ketangkasan SEA Games 2025, Thailand, tim Equestrian Indonesia memboyong 2-2-2 set medali. Enam medali tersebut direnggut dari perorangan dan beregu show jumping dengan kuartet Brayen Nathan Brata-Coolen, Arserl Rizki Brayudha, Raymen Kaunang, dan Dirga Wira Ramadan Saputra.

Equestrian adalah satu di antara empat disiplin cabor berkuda di bawah naungan PP Pordasi. Tiga disiplin lainnya adalah Pacuan, Polo dan Berkuda Memanah.

Perkembangan signifikan Equestrian dan tiga disiplin berkuda lainnya tak terlepas dari harmonisasi kepengurusan PP Pordasi 2024-2024 di bawah kepemimpinan Aryo PS Djojohadikusumo. Dari kelangsungan Rakernas PP Pordasi 2026, beberapa waktu lalu, dirumuskan sejumlah program strategis.

“Termasuk pengembangan Kuda Pacu Indonesia (KPI), penyelenggaraan kejuaraan internasional, dan peningkatan kualitas SDM olahraga berkuda. Di Equestrian, kita juga terus memperkuat posisi secara global, menjalin kerja sama dengan berbagai federasi internasional. Oleh karena itu semakin banyak rider kita tampil di pentas Equestrian internasional, terutama di Eropa,” papar Eddy Saddak.

Kondusivitas dan harmonisasi di organisasi ini pula yang membuat semakin bertumbuhannya klub-klub (stable) berkuda ketangkasan. “Mungkin sekarang ada sekitar 150 stable di seluruh Indonesia, mayoritas melakukan pembinaan,” jelas Eddy Saddak.

Terkait event, kata Eddy Saddak, tahun 2026 ini sudah dirancang sekitar 40-an kompetisi.”Kita terus merangsang klub-klub untuk melakukan pembinaan dan mengomentisikan atletnya di berbagai event lokal maupun mancanegara,” katanya.

Apa yang disampaikan Eddy Saddak diamini Jose Rizal Partokusumo, rider senior dan mantan ketua Equstrian Indonesia (Eqina). “Berkuda Indonesia sedang baik-baik saja, semua disiplin berkembang secara signifikan. Di Equestrian, klub-klub tumbuh subur. Stable-stable besar bertahan, yang baru bermunculan,” ucap Jose Rizal Partokusumo, mengurai kesan positifnya.

 

Reporter: Yoga Stevian

Berita Terkait

E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Jakarta Siap Jadi Motor Sukses PON 2028, Rp166 Miliar Disiapkan Benahi Venue
Pembalap Cilik Indonesia Juara Pertama Gokart di Italia
AHY Ikut Lari 10K di Kostrad Run 2026, Soroti Pentingnya Pertahanan Hadapi Tantangan Global
Vertu Harmoni Jakarta Hadirkan Pengalaman Wellness Melalui Sesi Sunset Yoga
Rundy Hadiyanto Juara Turnamen Biliar Antarwartawan SIWO PWI DKI 2026
Tim Biliar SIWO PWI Jawa Tengah Matangkan Persiapan Jelang Turnamen Antarwartawan di Jakarta
Kementerian UMKM Gelar UMKM 5K Run, Dorong Penggunaan Produk Olahraga Lokal
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

E-Sports Kapolri Cup 2026 Buka Ruang Talenta Digital, Polri Tekankan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:46 WIB

Jakarta Siap Jadi Motor Sukses PON 2028, Rp166 Miliar Disiapkan Benahi Venue

Senin, 27 Juli 2026 - 22:24 WIB

Pembalap Cilik Indonesia Juara Pertama Gokart di Italia

Senin, 6 Juli 2026 - 11:02 WIB

AHY Ikut Lari 10K di Kostrad Run 2026, Soroti Pentingnya Pertahanan Hadapi Tantangan Global

Senin, 29 Juni 2026 - 19:31 WIB

Vertu Harmoni Jakarta Hadirkan Pengalaman Wellness Melalui Sesi Sunset Yoga

Berita Terbaru

Petugas Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang warga negara (WN) Australia berinisial BA yang diduga berkaitan dengan video aksi asusila yang viral di media sosial. BA diamankan saat hendak meninggalkan Indonesia pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WITA.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Amankan WN Australia Terkait Video Dugaan Aksi Asusila di Bali

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:19 WIB