Panglima TNI: Konflik Global dan Hoaks Jadi Ancaman Nyata Bangsa

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah prajurit TNI melakukan defile usai mengikuti upacara bendera di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Senin (20/4/2026). Dalam amanat Panglima TNI Agus Subiyanto yang dibacakan oleh Kasrem 081/DSJ, seluruh personel diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika konflik global serta bijak bermedia sosial guna menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.

Foto: Sejumlah prajurit TNI melakukan defile usai mengikuti upacara bendera di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Senin (20/4/2026). Dalam amanat Panglima TNI Agus Subiyanto yang dibacakan oleh Kasrem 081/DSJ, seluruh personel diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika konflik global serta bijak bermedia sosial guna menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.

MADIUN – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin kompleks saat ini memberikan dampak signifikan terhadap kondisi bangsa Indonesia.

“Dalam kurun waktu belakangan ini, kita perlu menyadari bahwa berbagai peristiwa penting telah memengaruhi kondisi bangsa,” ujar Jenderal Agus dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi pada upacara bendera di Halaman Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Senin (20/4/2026).

Panglima TNI turut menyoroti memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang masih terus memanas dan berdampak luas terhadap stabilitas politik dan ekonomi negara. Ia juga menyinggung gugurnya sejumlah prajurit terbaik yang tengah bertugas di wilayah perbatasan Israel-Lebanon.

Selain itu, Jenderal Agus mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, maraknya penyebaran opini, berita bohong, serta provokasi di ruang digital berpotensi memicu perpecahan dan konflik antara komponen bangsa.

“Banyak opini, berita bohong, dan provokasi yang disebarkan di media sosial, sehingga dapat menjadi sumber perpecahan dan permusuhan,” ujarnya.

Sejalan kondisi tersebut, ia pun mengimbau seluruh personel TNI harus berperan aktif menjaga citra institusi dengan menyebarkan konten positif.

Di akhir amanat, Panglima TNI menegaskan bahwa tantangan tugas ke depan tidak akan semakin ringan, melainkan kian kompleks seiring perkembangan strategis yang terjadi saat ini.

“Tugas TNI ke depan bukan semakin ringan. Hal ini seiring dengan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin kompleks,’’ pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Lhokseumawe Ungkap Sindikat Curanmor, 11 Orang Jadi Tersangka
Kardinal Suharyo Ingatkan Prajurit TNI-Polri, Pengabdian Harus Dilandasi Kasih dan Keadilan
Danrem Erwin Agung Lanjutkan Fondasi Kepemimpinan Untoro di Madiun
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB – Pulang Merawat Kepercayaan
Dari Jakarta ke Lourdes, Kontingen Indonesia Siapkan Misi Perdamaian di PMI 2027
TMMD ke-130 Tulungagung Bedah Rumah Mbah Waqilah, Nenek 95 Tahun yang Ingin Tetap Mandiri
Jelang Purna Tugas, Kolonel Edward Sitorus Tetap Mengabdi di Garis Depan Karhutla.
Brigjen TNI Jonny dan Jalan Panjang Pengabdian dari Medan Tugas hingga Rumah Sakit
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Lhokseumawe Ungkap Sindikat Curanmor, 11 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Kardinal Suharyo Ingatkan Prajurit TNI-Polri, Pengabdian Harus Dilandasi Kasih dan Keadilan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Danrem Erwin Agung Lanjutkan Fondasi Kepemimpinan Untoro di Madiun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB – Pulang Merawat Kepercayaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Dari Jakarta ke Lourdes, Kontingen Indonesia Siapkan Misi Perdamaian di PMI 2027

Berita Terbaru