JAKARTA — Tujuh tahun perjalanan Media Lensa Polri diperingati dengan cara yang sederhana, tetapi sarat makna. Alih-alih sekadar menggelar seremoni, keluarga besar media tersebut memilih berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui kegiatan santunan pada Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan Lensa Polri dalam menjalankan peran sebagai media yang menyampaikan informasi kepada masyarakat. Suasana hangat mewarnai acara yang juga dihadiri Kapospol Tegal Alur itu.
Pimpinan Media Lensa Polri, Heri Shadewa, mengatakan usia tujuh tahun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen agar keberadaan media tidak hanya berhenti pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga memberi manfaat secara langsung bagi lingkungan sekitar.
“Di usia yang ke-7 ini, kami ingin menjadikan momentum ulang tahun bukan sekadar perayaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan masyarakat sekitar. Semoga apa yang kami berikan dapat membawa manfaat dan keberkahan,” kata Heri.
Menurut Heri, santunan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan Lensa Polri sekaligus ungkapan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini ikut mendukung keberadaan media tersebut.
Selama tujuh tahun, Lensa Polri berupaya mempertahankan perannya sebagai media yang menyajikan informasi kepada publik dengan mengedepankan profesionalisme dan kepentingan masyarakat.
Bagi Heri, perjalanan tersebut tidak mungkin berlangsung tanpa dukungan para wartawan, jajaran redaksi, mitra kerja, serta masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan media.
“Semoga Media Lensa Polri semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan tetap konsisten menyuarakan kebenaran serta menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat,” ujarnya.
Kehadiran Kapospol Tegal Alur dalam kegiatan itu turut memperlihatkan pentingnya hubungan antara media, aparat kepolisian, dan masyarakat. Sinergi ketiga unsur tersebut dinilai dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Rangkaian peringatan HUT ke-7 kemudian ditutup dengan doa dan kebersamaan bersama anak-anak yatim.
Tujuh tahun bagi sebuah media bukan sekadar hitungan waktu. Di tengah perubahan lanskap informasi dan tantangan menjaga kepercayaan publik, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik tidak hanya tentang menyampaikan berita, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“7 Tahun Mengabarkan Kebenaran, 7 Tahun Menginspirasi Kebaikan. Terus Berkarya, Terus Berbagi, Terus Menginspirasi.”
Penulis: Matyadi
Editor: Helmi AR




































