Dialog EBT IBI-K57 Dorong Kolaborasi Pentahelix, Mahasiswa Diminta Tak Jadi Penonton

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar target energi bersih Indonesia tidak berhenti sebagai wacana.

Transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar target energi bersih Indonesia tidak berhenti sebagai wacana.

 

JAKARTA – Transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar target energi bersih Indonesia tidak berhenti sebagai wacana.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Nasional Energi Baru Terbarukan (EBT) Series Pertama yang digelar Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 (IBI-K57), Kamis (10/9/2026), di Graha Kampus IBI-K57.

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Masa Depan Energi Indonesia yang Mandiri, Adil, dan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan pemerintah, parlemen, akademisi, dunia usaha, Dewan Energi Nasional (DEN), serta mahasiswa untuk membedah tantangan ketahanan energi sekaligus arah masa depan energi bersih Indonesia.

Acara dibuka Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Hj. Sari Yulianti, S.H., M.T., dan dilanjutkan diskusi panel menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., Rektor Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie H. Ansar Suyuti, Dirjen Migas Kementerian ESDM La Ode Sulaeman, Anggota DEN Satya Widya Yudha, serta Komisaris PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Rambe Kamarul Zaman.

EBT Harus Dikejar, Migas Masih Jadi Tantangan

Dirjen Migas Kementerian ESDM La Ode Sulaeman mengingatkan bahwa percepatan EBT harus dilakukan dengan memahami kondisi bauran energi nasional saat ini.

Menurutnya, minyak dan gas bumi masih memiliki porsi besar dalam bauran energi Indonesia. Karena itu, peningkatan energi terbarukan membutuhkan kerja keras dan strategi yang konsisten.

«“Kita membutuhkan upaya yang keras untuk bisa memberikan penyeimbang kepada migas ini agar ke depan renewable ini bisa meningkat sesuai yang kita harapkan,” ujar La Ode.»

Ia menegaskan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, parlemen, dan masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kolaborasi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

La Ode juga mengapresiasi forum akademik seperti Dialog Nasional EBT IBI-K57. Menurutnya, ruang diskusi semacam ini penting untuk melahirkan pemahaman dan gagasan yang dapat memperkuat pencapaian target energi terbarukan.

«“Harapan kita, karena ini disebut energi terbarukan, serius-serius ke depan kita dapatkan event-event yang baik untuk memperkuat pencapaian target energi terbarukan kita,” katanya.»

Dorong Pentahelix, Mahasiswa Jangan Sekadar Jadi Penonton

Lebih jauh, La Ode mendorong agar kolaborasi diperluas melalui pendekatan pentahelix, termasuk memberikan ruang lebih besar kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem energi nasional.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat dilakukan melalui wawancara, program magang maupun kerja sama kelembagaan dengan Kementerian ESDM.

«“Kita dari Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas sangat mendukung acara seperti ini. Saya juga mendukung pentahelix,” ujarnya.»

Ia menyebut Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM dapat menjadi salah satu pintu kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi mahasiswa.

Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan sektor energi masa depan.

DPR: Hasil Kajian Kampus Bisa Jadi Masukan Legislasi

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai forum akademik mengenai EBT memiliki arti strategis karena persoalan energi semakin berkaitan erat dengan kepentingan nasional.

Ia mengatakan, Komisi XII DPR RI mendukung ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan energi secara terbuka.

Bambang menilai Indonesia menunjukkan ketahanan energi yang cukup baik ketika menghadapi dinamika geopolitik terkait Selat Hormuz pada Maret hingga akhir Juli.

«“Energi baru terbarukan adalah isu aktual yang sangat relevan untuk dibahas sekarang,” ujar Bambang saat diwawancarai di sela kegiatan.»

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam forum tersebut dapat memperkaya perspektif sekaligus memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan energi nasional.

Bahkan, Bambang membuka ruang agar hasil kajian dan pemikiran yang lahir dari forum akademik dapat disampaikan kepada parlemen sebagai bahan masukan dalam proses legislasi.

«“Ini satu hal yang sangat baik untuk kemudian menjadi pemahaman kita bersama, sehingga bisa menjadi sumbangsih bagi perkembangan regulasi yang ada,” katanya.»

Bambang mengungkapkan, Komisi XII DPR RI tengah menghadapi sejumlah agenda legislasi yang bersinggungan langsung dengan sektor energi, di antaranya RUU Migas, RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET), RUU Ketenagalistrikan, serta regulasi mengenai perubahan iklim yang berkeadilan.

Jangan Berhenti di Forum

Kehadiran pemerintah, parlemen, DEN, industri, akademisi dan mahasiswa dalam Dialog Nasional EBT IBI-K57 menunjukkan bahwa persoalan energi Indonesia membutuhkan pendekatan lintas sektor.

Pemerintah membutuhkan dukungan kebijakan dan regulasi. Dunia usaha membutuhkan kepastian serta iklim investasi. Sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan melalui riset, kajian dan pengembangan sumber daya manusia.

Di titik inilah konsep pentahelix menjadi penting. Sebab, transisi energi bukan semata-mata persoalan mengganti sumber energi, tetapi menyangkut kebijakan, teknologi, investasi, sumber daya manusia hingga kepentingan masyarakat luas.

Dialog Nasional EBT IBI-K57 diharapkan menjadi lebih dari sekadar forum pertukaran gagasan. Kolaborasi yang dibangun perlu diterjemahkan menjadi riset, kebijakan, investasi, pengembangan teknologi dan program konkret agar transisi energi Indonesia benar-benar bergerak dari wacana menuju aksi.

Rektor IBI Kosgoro 1957 Dr. H. Haswan Yunaz bersama jajaran rektor dan mahasiswa turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Forum ini sekaligus menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai salah satu aktor penting dalam membangun masa depan energi Indonesia yang mandiri, adil dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri
Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda
Habib Syakur Kritik Keras Penanganan Karhutla, Sentil Bahlil Lahadalia
Ketua PWNU Kaltara Datangi PN Jakarta Pusat, Serukan Keadilan dan Tolak Penghakiman Sebelum Putusan untuk Gus Yaqut
Habib Syakur: Jangan Jadikan Polri Komoditas Politik, Kembalikan Marwah dan Independensi Institusi!
YAHYA MAYA SAKTI APRESIASI GUS IRFAN, KEMENTERIAN HAJI DINILAI BERSIH DAN BERINTEGRITAS
Abdul Qahar Yelipele: Pengukuhan PBNU 2026-2031 Harus Jadi Momentum Penguatan NU di Tanah Papua
Anak Beruang Madu Terpisah dari Induk akibat Karhutla di Kalteng, Polri Selamatkan Satwa Dilindungi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Kapolri Tegaskan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Pelayanan Humanis Jadi Prioritas Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Polda Metro Jaya, TNI dan Pemprov DKI Perkuat Sinergi Kawal Aspirasi pada Hari Sumpah Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Habib Syakur Kritik Keras Penanganan Karhutla, Sentil Bahlil Lahadalia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Ketua PWNU Kaltara Datangi PN Jakarta Pusat, Serukan Keadilan dan Tolak Penghakiman Sebelum Putusan untuk Gus Yaqut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Habib Syakur: Jangan Jadikan Polri Komoditas Politik, Kembalikan Marwah dan Independensi Institusi!

Berita Terbaru

Foto: Ketua TP PKK Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, bersama jajaran kader TP PKK berfoto bersama saat kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (SME) TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Makasar di Aula Kantor Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Tinjau SME PKK Makasar, Essie Munjirin Tekankan Administrasi dan Inovasi Program

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:14 WIB