Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah melalui pasar modal. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs).

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah melalui pasar modal. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs).

JAKARTA –  Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah melalui pasar modal. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs).

Program ini dirancang untuk mempersiapkan perusahaan UMKM agar mampu mengakses pendanaan pasar modal melalui peningkatan profesionalisme manajemen, kualitas laporan keuangan, dan tata kelola perusahaan.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan, Go Public Academy for SMEs menjadi langkah strategis untuk memperluas alternatif pembiayaan, terutama bagi usaha menengah yang memiliki potensi berkembang dan melakukan ekspansi bisnis.

“Indonesia membutuhkan semakin banyak perusahaan nasional yang mampu tumbuh menjadi lebih besar, produktif, dan berdaya saing. Di sinilah usaha menengah memainkan peran strategis sebagai penghubung antara kekuatan ekonomi rakyat dan industri berskala besar,” ujar Loto dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Senin (2/11).

Menurut Loto, tantangan pembiayaan UMKM tidak cukup diselesaikan dengan memperbesar penyaluran kredit perbankan. Perusahaan yang sedang berkembang juga membutuhkan struktur pendanaan yang tepat, tata kelola yang baik, serta kemampuan mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan.

Ia menilai pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan untuk mendukung ekspansi jangka panjang.

Namun, kesiapan memasuki pasar modal harus diikuti dengan peningkatan kualitas perusahaan. Hal itu mencakup transparansi laporan keuangan, kepastian legalitas, profesionalisme manajemen, serta penerapan tata kelola dan pengelolaan risiko.

“Kesiapan memasuki pasar modal harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan, mulai dari transparansi laporan keuangan, kepastian legalitas, profesionalisme manajemen, hingga penerapan tata kelola dan pengelolaan risiko yang baik,” kata Loto.

Melalui Go Public Academy for SMEs, Kementerian UMKM dan BEI berupaya membantu perusahaan bertransformasi dari pengelolaan usaha yang bergantung pada pemilik menjadi organisasi profesional dengan sistem manajemen yang transparan.

Program ini juga memberikan pembinaan agar pengusaha mampu menyusun strategi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memahami mekanisme pendanaan melalui pasar modal, termasuk proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Lanjutan Program RISE TO IPO

Peluncuran Go Public Academy for SMEs merupakan kelanjutan kerja sama Kementerian UMKM dan BEI melalui program RISE TO IPO yang dimulai pada 9 Juli 2025.

Sepanjang 2025–2026, program tersebut telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 perusahaan terpilih pada 2025 untuk mengikuti pendampingan lanjutan melalui Intensive Coaching Clinic yang diselenggarakan pada 4 Februari 2026.

Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola, strategi bisnis, dan kesiapan perusahaan untuk menjadi perusahaan terbuka.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, kolaborasi dengan BEI diharapkan membuat proses identifikasi, pembinaan, dan pendampingan perusahaan potensial berjalan lebih terarah serta terintegrasi dengan ekosistem pasar modal Indonesia.

“Setelah peluncuran, tindak lanjut program akan difokuskan pada identifikasi dan asesmen kesiapan peserta, serta koordinasi berkelanjutan dengan BEI dan mitra strategis lainnya agar pembinaan berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi pengusaha kecil dan menengah,” kata Bagus.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan komitmen bersama untuk memperluas pemahaman dan akses perusahaan menengah terhadap alternatif pendanaan melalui pasar modal.

Melalui National Go Public Academy for SMEs, BEI menghadirkan pembinaan secara bertahap, mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas dan transparansi perusahaan hingga pemahaman mengenai proses IPO dan tanggung jawab sebagai perusahaan publik.

Jeffrey berharap program tersebut dapat membantu perusahaan peserta membangun model bisnis yang tangguh, laporan keuangan yang andal, tata kelola profesional, serta strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kolaborasi Kementerian UMKM dan BEI ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi usaha menengah untuk berkembang menjadi perusahaan yang profesional dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

Berita Terkait

GAGA Resmi Luncurkan Mie Ayam Instan Pertama di Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Autentik
PT Palma Global Indonesia Tetapkan Trisno Romadhon jadi Direktur Wilayah Provinsi Riau
Puteri Remaja 2026 Digelar, Yello Harmoni Jakarta Fasilitasi Finalis dari Berbagai Daerah
PT Palma Global Indonesia Teken MoU Senilai 20 Triliun dengan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani
Verta Mega Arlinsa Tampil di The Miss Globe 2026, Perjuangkan Nasib Mantan Atlet
KUR Tembus Rp262,4 Triliun, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kementerian UMKM Tetapkan 112.849 Penerima Banpres untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera
PT Palma Global Indonesia Tunjuk Thomas Gewab jadi Komisaris Wilayah Papua Barat Daya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:01 WIB

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

Minggu, 1 November 2026 - 14:25 WIB

PT Palma Global Indonesia Tetapkan Trisno Romadhon jadi Direktur Wilayah Provinsi Riau

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Puteri Remaja 2026 Digelar, Yello Harmoni Jakarta Fasilitasi Finalis dari Berbagai Daerah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:15 WIB

PT Palma Global Indonesia Teken MoU Senilai 20 Triliun dengan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Verta Mega Arlinsa Tampil di The Miss Globe 2026, Perjuangkan Nasib Mantan Atlet

Berita Terbaru

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah melalui pasar modal. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs).

Bisnis Ekonomi

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:01 WIB